NEWS

Warga Demo Kejari Singkil, Tuntut Dugaan Korupsi Jalan 21 Miliar Diselesaikan

SINGKIL, akses.co – Puluhan masyarakat yang terdiri dari masyarakat teluk rumbia dan rantau gedang ‘geruduk’ kantor kejaksaan negeri aceh singkil, Kamis (10/9/2020)

Aksi unjuk rasa masyarakat tersebut terkait penyelesaikan dugaan korupsi peningkatan jalan singkil – teluk rumbia senilai Rp 21 miliar yang diketahui selama ini sudah di tangani oleh kejaksaan negeri (kejari) aceh singkil.

Koordinator aksi Zulkarnain dalam orasi nya mengatakan dugaan korupsi pada proyek peningkatan jalan singkil – teluk rumbia selama ini sudah terlalu dibiarkan berlarut – larut.

Mega proyek ini jadi misteri, ungkpnya, proyek yang dianggarkan pada tahun 2018 melalui Dana Alokasi Khusus ( DAK ) sampai saat ini belum ada penyelesaiannya.

“Proyek itu diduga ada indikasi korupsi dan saat ini sudah di tangani di kejari aceh singkil, dan kami minta harus secepatnya ada titik terang penyelesaian”, Pintanya.

Dalam mengatasi hal itu, ia mengaku sudah melakukan audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Aceh Singkil, masyarakat juga telah melakukan aksi unjuk rasa pada 7 Februari 2019 dikantor Bupati Aceh singkil, tetapi belum ada hasil.

Tak cuma sampai disitu, dia juga mengatakan pada tanggal 20 mei 2019 mahasiswa dan masyarakat lagi lagi melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati, namun belum juga membuahkan hasil.

“padahal jalan itu sangat berguna kepada masyarakat setempat, dapat meningkatkan perekonomian, memudahkan akses ke puskesmas untuk berobat, dan banyak lagi”, Imbuhnya dengan nada sedih.

Zulkarnain menilai lambatnya proses penyelesaian kasus dugaan korupsi tersebut, menandakan hukum yang berlaku sangat lemah, hanya menghakimi masyarakat bawah, sebutnya kesal.

Ia meminta, Kejari Singkil secepatnya harus menyelesaikan dugaan korupsi proyek jalan 21 miliar, Kejaksaan negeri singkil harus dapat memberikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek itu kepada masyarakat, serta Kejari secepatnya harus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi dugaan korupsi pembangunan tersebut.

Menanggapi unjuk rasa warga itu, Kajari Aceh Singkil M Husaini meminta kepada perwakilan massa aksi untuk membicarakan di dalam ruangan kantor Kejari Aceh singkil dengan mengutus beberapa perwakilan dari massa.

Ia mengatakan akan menyampaikan langkah – langkah yang sudah dilakukan oleh kejari aceh singkil terkait kasus yang di tuntut oleh masyarakat itu.

“Bapak tidak perlu sanksikan saya, kami mempunyai integritas tapi harus dilengkapi dengan alat bukti yang ada, saya bekerja untuk bangsa dan negara terkait penegakan hukum”, Jelas nya.

Menanggapi permintaan kajari aceh singkil itu, massa aksi mengatakan sepakat mengutus beberapa perwakilan untuk berdialog didalam dengan syarat harus menghadirkan beberapa anggota DPRK Aceh singkil sebagai wakil rakyat. (SM)

Comments
To Top