Wacana Perubahan Lambang Batubara, Massa Nibung Hangus: Jangan Ditunda Tapi Dibatalkan

BATUBARA, akses.co – Sejumlah Masyarakat di Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batubara melakukan aksi membentang kain putih sepanjang 5 meter dan bertuliskan ‘Menolak Rencana Pemerintah Kabupaten Batubara untuk Merubah Lambang/Logo Kabupaten Batubara’.

Aksi yang dilakukan pada Sabtu (22/01/2022), oleh puluhan masyarakat Kecamatan Nibung Hangus tersebut ditengah-tengah kota pada jalan Besar Desa Ujung Kubu, sekitar pukul 14:30 Wib.

Penolakan dengan membentang kain putih ini dilakukan oleh sejumlah tokoh muda Nibung Hangus yang diprlopori Adam Malik, Idham, Rodi, Saipul, Fahrozi dan beberapa elemen masyarakat yang berprofesi sebagai Ojek (RBT) sekitar.

Hal ini terjadi lantaran Pemerintah Kabupaten Batubara pada tanggal 10 Januari 2022 lalu mengeluarkan surat pengumuman sayembara terkait perubahan Lambang Daerah tersebut dan di sebarkan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Batubara.

Mereka mengatakan bahwa perubahan lambang tidaklah perlu di tengah-tengah pemulihan ekonomi di masyarakat dan diyakini tidak memiliki urgensi atau kebutuhan rakyat Batubara.

Adam Malik, juga menyayangkan sikap plin-plan Sekretariat Daerah Kabupaten Batubara yang telah mencabut/menunda kembali rencana tersebut pasca banyaknya kritik dari masyarakat.

“Tanggal 10 di umumkan, tanggal 12 di tunda sampai waktu yang tidak ditentukan, ini kan menjadi cerminan birokrasi dan kebijakan yang kurang etis lah,” cibirnya.

Ia menjelaskan bahwa Lambang Batubara telah sempurna, namun ada saja pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang telah membuat gaduh masyarakat di Batubara.

“Kita memang masyarakat awam, kurang informasi dan ketinggalan cerita para penguasa dan Birokrat di Batubara, tapi ketika Lambang mau di ubah, Kami Masyarakat Nibung Hangus bereaksi menolak keras itu,” ungkap Idham Azis salah seorang masyarakat pada penolakan ini.

Saat ditanya hal apa yang mendasari aksi mereka, Idham menjawab bahwa adanya wacana perubahan Lambang Batubara yang hendak di ubah tersebutlah membuat mereka bereaksi.

“Lambang Batubara saat ini sudah mencerminkan arah Batubara 2045 kedepan, mengapo di ubah bono, kato orang kampung ne pulak tak pala ponting bono do nak di ubah,” ungakap Idham Azis dengan logat bahasa Daerah nya.

Sementara itu, Rodi sebagai masyarakat yang turut andil dalam memegang kain putih ini mengatakan bahwa, Batubara harus fokus dalam mengentaskan kemiskinan, kesejahteraan, perbaikan jalan infrastruktur dan pendidikan serta ekonomi.

Ia menuntut Pemda setempat untuk fokus saja mencari jalan keluar terkait masalah di Batubara ini.

“Sayang sekali anggaran itu, harusnya anggaran kepanitiaan itu bisa membangun Drainase di beberapa Desa, sehingga tidak lagi banjir. Tapi malah Lambang Batubara yang mau di ubah. Memangnya jika lambang berubah apakah Masyarakatnya sejahtera dan berjaya,” ungkap Rodi sembari bertanya.

Dalam statemen tetakhirnya, masyarakat meminta kepada Pemerintah Batubara untuk sesegera mungkin membatalkan rencana sayembara perubahan lambang tersebut.

Mereka juga menyerankan Pemkab Batubara untuk fokus membangun yang dibutuhkan oleh masyarakat dan bukan untuk segelintir orang saja.

“Kita minta Pemerintah Batubara membatalkan, bukan menunda sayembara itu, keluarkan surat pembatalan rencana perubahan lambang batubara,” teriak massa. (firs/AM)

Artikel Terkait

Berikan Komentar anda