NEWS

UKG menuai Kontroversi, Begini Kata Kadisdik Batu Bara

BATU BARA, akses.co – Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Batu Bara, Ilyas Sitorus mengakui sebagaimana yang di sampaikan kawan-kawan awak media bahwa, sejak di rencanakan sampai dengan kegiatan UKG hari ini Masih menuai perdebatan di kalangan masyarakat, termasuk para tenaga pendidik sendiri.

Mereka mungkin bertanya-tanya, apa manfaat yang diperoleh seorang guru dengan mengikuti program atau Uji Kompetensi yang dilaksanakan hari ini.

Ilyas Sitorus berujar, sebagaimana yang di sampaikan Zahir, bahwa bagi tenaga Pendidik/Guru yang belum memiliki S1/D-IV diberi kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya sampai akhir Desember 2020, karena hal ini telah diinformasikan sejak 2016 yang lalu melalui Disdik Kabupaten Batu Bara.

Disamping itu, Ilyas menyampaikan kepada awak media bahwa uji kompetensi memiliki banyak manfaat bagi para guru. Begitupun wartawan harus diuji kompetensinya.

“Semua profesi harus jelas kompetensinya. Apalagi sekarang bukan hanya guru, wartawan juga di uji kompetensinya,”ucapnya

Lebih lanjut dikatakannya, uji kompetensi Guru sangat penting bagi guru ataupun lembaga dalam meningkatkan mutu pendidikan agar tercapainya tujuan pendidikan baik di Kabupaten provinsi maupun nasional.

Perlu disampaikan, kata Ilyas, UKG ini dilakukan menindaklanjuti harapan Bupati Batu Bara.

Kenapa ini UKG ini dilakukan, merupakan langkah awal bagi para guru untuk menuju sertifikasi. Disamping itu juga kita sekaligus ingin mendata dan merapikan administrasi tenaga pendidikan kita khususnya Guru non ASN, setelah ini akan ada keputusan Bupati Batu Bara tentang Tenaga Pendidik/Guru Honor/Guru Non ASN di Batu Bara, tegasnya.

Saat ditanyakan soal pungutan untuk peserta UKG, bilamana ada permainan dalam UKG tersebut, Ilyas menjawab “Pungutan tak ada tolong bantu aku dan disdik manatau ada orang, atau anggotaku yang Narik-narik ya,”tulisnya melalui akun watsapp, Jum’at (3/7/2020).

Adapun Peserta UKG berjumlah 1.226 orang dari jenjang UPTD Negeri TK, SD dan SMP se Kabupaten Batubara dengan menggunakan 61 ruang uji di tiga lokasi yaitu SMPN 1 Air Putih, SMPN 1 Lima Puluh dan SMPN 3 Air Putih dan bekerja sama dengan Lembaga Psikologi Pendidikan Fhilantropi Pendidikan Pendidikan Fhilantropi (LP-FPPF ) Medan dibantu dengan melibatkan pejabat di lingkungan Disdik Batu Bara termasuk pengawas Dikdas sekolah tempat penyelenggara Ujian. Sabtu, (4/7/2020). AK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker