ADVERTORIAL

Tragis, Anak SMA di Pantai Labu Jadi Budak Sex Ayah Kandung Sejak SD

Deliserdang, akses.co – Jajaran Sat Reskrim Polresta Deli Serdang bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial SS (44) warga Pantai Labu, Deli serdang, yang tega melakukan tindak pidana pencabulan dengan perbuatan berhubungan badan dengan korban yang merupakan anak kandungnya, Rabu (14/10).

Diamankannya SS bermula dari adanya laporan Khairiah (47) ibu kandung korban sebut saja namanya Melati (18) warga Pantai Labu, Deli Serdang, yang telah dicabuli oleh suami nya yang merupakan ayah kandung dari korban ke Polresta Deliserdang.

Berawal pada, Rabu (7/10) sekira pukul 10.00 wib, adik kandung Khairiah memberitahukan kepada Khairiah bahwa anak nya telah dicabuli bapak kandung nya sendiri secara berulang kali. Kemudian Khairani langsung menanyai kepada korban, dan korban menerangkan bahwa pertama sekali dilakukan ketika korban duduk di bangku sekolah SD hingga korban duduk di bangku SMA dan sampai terakhir pada, Selasa (6/10) pukul 23.00 wib.

Karna korban tidak tahan lagi atas perbuatan SS, maka korban melaporkan hal tersebut kepada paman korban yang merupakan adik kandung Khairiah (Ibu Korban), Khairiah merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Deliserdang guna proses menurut Hukum yang berlaku.

Berdasarkan SP kap / 370 / X /2020/ Sat Resktim, Tanggal 14 Oktober 2020, Tim Opsnal unit PPA Sat Reskrim Polresta Deli Serdang berangkat menuju Dusun I Desa pantai labu pekan kec. Pantai labu Kab.Deli Serdang dan SS sedang berada dirumah kemudian Tim langsung melakukan penangkapan terhadap SS dan langsung diboyong ke Mapolresta Deli Serdang guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Polresta Deli Serdang Kompol M. Firdaus, SIK, MH. mengatakan “ Benar SS sudah kita amankan, Saat ini SS sedang menjalani proses hukum di Mapolresta Deli Serdang” ujarnya. (Manahan. D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker