SUMUT

Tinjau Mega Proyek, PWI Batu Bara : Ini sangat Dibutuhkan, dan Mudahkan Akses Masyarakat

BATU BARA, akses.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batu Bara melakukan peninjauan terhadap Mega proyek pembangunan tembok penahanan gelombang air pasang di Desa Bandar Rahmat Kecamatan Tanjung Tiram, Kamis (15/10/2020).

Terhadap Proyek yang bernilai 7,8 Milyraan yang dikerjakan CV Permata Kasih. PWI Batu Bara mengapresiasi Kinerja Bupati Batu Bara dalam memperjuangkan anggaran pusat dan melirik pembangunan demi masa depan masyarakat sekitar.

“Proyek bendungan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Bandar Rahmat. Artinya dengan adanya proyek ini, Desa Bandar Rahmat terselamatkan dari Gelombang air laut, sehingga masyarakat bisa menikmati akses dengan mudah,”Katanya.

Lebih lanjut dikatakan Alpian, Ketua PWI Batu Bara, pembangunan tembok penahan gelombang di Desa Nelayan ini sangat kita dukung, kita berharap pengerjaan dapat dikerjakan dengan tepat waktu dan waktu yang tepat. .

Kampung nelayan ini, katanya salah satu kampung terisolir di Batubara, dimana kondisi jalan yang sulit dilalui oleh warga padahal di lokasi itu ada bangunan sekolah.

“Inilah bentuk perjuangan Bupati Batubara, dengan memperjuangkan anggaran dari pusat untuk pembangunan didaerah,” Tegasnya.

Informasi yang dihimpun, Proyek Pembangunan tembok penahanan gelombang air pasang di Desa Bandar Rahmad Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara terus dikebut.

Sudah dua bulan lebih masih terus dikejar pengerjaannya meski pihak pekerja kejar- kejaran dengan pasang surut air laut.

“Seperti biasa kita kerjakan mulai pagi hari bang, pas siang menjelang sore air laut pasang, jadi kerjaan tertunda,” Kata salah seorang pekerja yang mengerjakan lokasi proyek di jalan pariwisata pantai bunga itu.

Berdasarkan pantauan, meski air pasang dalam, dua unit alat berat eskavator terlihat sedang beroperasi mengangkat bahan matreal di lokasi proyek. Ratusan cetak beton yang berbentuk gorong-gorong diangkat dan dipindahkan dengan menggunakan alat berat eskavator

Sejumlah bahan matreal berupa pasir, batu dan semen juga sudah terlihat ready dilokasi tersebut untuk mudahkan pihak pekerja dalam mengerjakan pembangunan proyek yang bersumber dana dana APBN pemerintah pusat itu.

Sekedar diketahui, proyek pembangunan Tembok Penahan Gelombang 7,8 Milyar ini bersumber dari dana APBN melalui Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara.

Proyek raksasa ini dikerjakan oleh CV Permata Kasih dengan jangka waktu 150 hari kelender atau kurang lebih 5 bulan dalam pengerjaannya.

Lokasi Medan yang sulit dilalui kendaraan dan pinggir laut membuat pihak pekerja kesulitan untuk mengerjakan dengan cepat. Sehingga tim teknis yang ditunjuk dari Dinas PUPR terus mengontrol pekerjaan agar selesai dengan baik dan tepat waktu. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker