ADVERTORIAL

Tim Medan Berkah Serap Aspirasi di Helvetia Tengah, Warga Keluhkan Banjir dan Buruknya Drainase

Tim Medan Berkah bersama masyarakat Helvetia Tengah usai kegiatan serap aspirasi.

MEDAN, akses.co – Warga Helvetia Tengah keluhkan buruknya drainase sehingga jadi kawasan langganan banjir. Helvetia jadi kawasan kumuh akibat buruknya tata kelola infrastruktur.

Hal itu disampaikan warga ke Tim Medan Berkah pemenangan Paslon Walikota Medan, Bobby Nasution – Aulia Rahman, saat melakukan kunjungan serap aspirasi di Blok XII Helvetia Tengah, Rabu (14/10).

Juru Bicara tim pemenangan Medan Berkah Sugiat Santoso, dalam kunjungan ke Helvetia menerima banyak sekali keluhan warga. Kata Sugiat, dari sekian banyak pengaduan warga, persoalan banjir di Helvetia paling banyak disampaikan warga saat kunjungan tadi.

Nurmala warga Helvetia saat sampaikan keluhan banjir menjelaskan, sejak 25 tahun drainase di kawasan Helvetia tidak pernah diperbaiki, sehingga menjadi sempit dan dangkal.

Menurut Nurmala, dampak dari buruknya drainase tersebut, akibatnya Helvetia selalu banjir. “Pada akhirnya semua orang di Helvetia kompak menimbjn rumahnya, akhirnya jalan semakin rendah dan drainase semakin mengecil,” katanya.

Nurmala berharap agar pemerintah kota kedepan benahi secara total kawasan Helvetia Tengah agar tidak lagi banjir dan jadi kawasan kumuh.

Menanggapi hal tersebut, Sugiat menjelaskan bahwa problem banjir adalah masalah klasik yang tak kunjung tuntas sampai saat ini. “Bahkan saat Pak Akhyar jadi Plt. Walikota Medan pun, banjir semakin parah di Medan,” katanya.

Menurut Sugiat mengatasi banjir adalah program prioritas pasangan Bobby – Aulia jika nanti memimpin Kota Medan. Sebab menurutnya, butuh kerjasama dari berbagai pihak, baik itu pihak provinsi, pusat dan swasta. Katanya, hulu ke hilir harus dituntaskan agar banjir di Medan tuntas.

“Bobby punya kapasitas untuk mensinergikan kerjasama antara pemerintah pusat daerah. Misalnya soal penataan sungai, ada yang jadi tanggungjawabnya pusat dan provinsi, maka jika kordinasinya buruk, sampai kapan pun Medan selalu banjir,” kata Sugiat.

Katanya, selama ini kemauan Pemko Medan untuk jemput bola program ke pusat sangat lemah, sehingga banyak program penataan kota dari pusat lari ke daerah lain. Padahal, jika program itu bisa dijemput, maka Medan bisa lebih baik lagi.

“Kami percaya bahwa Bobby – Aulia punya kecakapan komunikasi yang baik dalam mensinergikan pembangunan Kota Medan pada semua pihak,” tutup Sugiat. (ggs)

Comments
To Top