CORONA

Teruskan Pesan Mensos RI, PKH Batu Bara Bimbing KPM Lewat Pemberdayaan

BATU BARA, akses.co – Menteri Sosial Juliari P. Batubara berpesan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar tetap fokus dalam memberikan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH guna mempercepat penanganan masalah kemiskinan. Menanggapi itu, PKH Batu Bara terus melakukan edukasi terhadap KPM Lewat pemberdayaan.

Mukhrizal Arif, Kordinator PKH mengatakan,
Akibat pandemi Covid-19 tentu angka kemiskinan akan meningkat, untuk itu Pendamping PKH dituntut untuk melakukan berbagai edukasi terhadap para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH seperti meningkatkan minat dan kemampuan berwirausaha serta dapat memaksimalkan pendapatan maupun pengelolaan keuangan rumah tangga.

“Untuk itu dengan mengumpulkan seluruh pendamping PKH agar kembali lakukan kegiatan pendampingan soal pemberdayaan, melalui Family Development Session (FDS) dan selanjutnya Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Dan kegiatan ini harus terus berjalan, tentunya tetap dalam protokoler kesehatan,”pungkasnya.

Lebih lanjut dikatakan Arif, pendamping PKH juga diharapkan mengedukasikan KPM agar dapat memaksimalkan pendapatan, seperti memaksimalkan untuk hal-hal yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan.

Saat disinggung tingkat kepesertaan PKH selama 2 tahun terakhir Mukrijal Arif mengatakan bahwa, tentu adanya pengurangan namun juga ada penambahan kepesertaan.

“Untuk kepesertaan PKH bertambah ada berkurang juga ada, namun jika kita bandingkan hade to hade nya masih stabil. Sebelumnya pada tahun 2018 kepesertaan PKH diangka 24 ribu, dan saat ini diangka 21 ribu,” terang Arif

Selanjutnya ia menjelaskan, pada tahun 2019 lalu diwisudahkan sebanyak 2.822 kepesertaan, dan tahun 2020 menyentuh angka 1000 kepesertaan PKH yang mengundurkan diri melalui program stiker.

“Namun ada juga penambahan, sampai hari inipun ada penambahan KPM PKH dengan mekanisme yang berbeda tentunya karena permasalahan Covid-19,” jelasnya.

Secara umum, kata Arif, jika dibulatkan pada angka 24 ribu dan sekarang 21 ribu tentu adanya pengurangan, dan semasa pemerintahan Bupati Zahir pengurangan ada, baik itu karena graduasi alami, dan mundur karena berhasil diyakinkan sejahtera tapi penambahan juga ada beberapa kali. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker