SINGKIL

Terkait Penertiban Poskamling, Mantan Anggota DPRK : PT.SOCFINDO Harus Sadar Diri

SINGKIL, akses.co – Penertiban salah satu Pos Pengamanan Lingkungan (Poskamling) Desa Tulaan Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil yang berada di areal HGU Perusahaan, oleh PT.SOCFINDO Kebun Lae Butar Aceh Singkil mendapat sorotan oleh salah satu tokoh pemuda Aceh Singkil yang juga merupakan mantan anggota DPRK Aceh Singkil Jirin Capah, SE.

Mantan anggota DPRK dari Partai Aceh (PA) itu menilai bahwa PT.SOCFINDO tidak memiliki hati nurani terhadap masyarakat yang berada di wilayah Perusahaan.

“Kita tahu, Poskamling itu untuk kebutuhan masyarakat banyak”, sebutnya, Minggu (6/12/2020).

Dilanjutkan, kelakuan PT.SOCFINDO ini sangat saya sayangkan dan saya kecam keras terkait penertiban dengan cara pembongkaran Poskamling itu.

Kita tahu atas keterangan dari pihak Perusahaan bahwa hal itu sudah diberitahukan kepada Kepala Desa, tapi harapan kita pihak Perusahaan membiarkan agar pihak Desa yang melakukan pembongkaran, jangan pihak perusahaan yang mengandalkan kekuatannya dan melakukan pembongkaran, Ini sangat dzalim, tegasnya.

“Saya menilai terkait hal ini PT.SOCFINDO tidak sadar diri, padahal PT.SOCFINDO meminjam tanah negara seharusnya ada toleransi terhadap masyarakat”, terangnya.

Melihat ini, sambungnya, seolah – olah Perusahaan tersebut seperti pimpinan tertinggi di Kabupaten ini mengalahkan Pemerintah Daerah.

Dalam hal ini, pintanya, saya minta dengan tegas agar Pemerintah jangan tinggal diam, ini jelas – jelas Perusahaan menyakiti hati rakyat.

“Selanjutnya, saya minta agar pemerintah daerah memaksa PT.SOCFINDO agar melepaskan sebagian lahannya sebelum dilakukan perpanjangan HGU PT.SOCFINDO”, desaknya.

Sebelumnya saat dikonfirmasi, Asisten Kepala (Askep) PT.SOCFINDO Lae Butar mengatakan bahwa penertiban serta pembongkaran Poskamling tersebut karena akan dilakukan reflanting.

Dijelaskannya, bahwa pihak perusahaan sudah pernah melakukan koordinasi dengan kepala Desa Tulaan.

“Pertama asisten jumpai keuchik Tulaan Katijo, lalu saya juga jumpai keuchik katijo”, Urainya.

Juga kami sudah bicara dengan bang rudi (Ketua BPKam Tulaan), maka tadi pembongkarannya kooperatif dengan bang rudi, Terangkannya.

Yang jualan di simpang PHR akan dibongkar pada saat alat berat sudah kesitu, lanjutnya.

“Tapi akan kita tertibkan semua”, tutupnya. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker