Taman Lili Suheri, Riwayatmu Kini

  1. MEDAN, akses.co – Taman Lili Suheri merupakan salah satu taman kota di Medan yang awalnya difungsikan sebagai tempat seniman berkreasi. Namun, sejak 2014 lalu Pemko Medan berencana menjadikannya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Akibatnya sejumlah gerai yang berada di kawasan taman yang terletak di Jalan Listrik simpang Jalan Palang Merah itu ditutup. Tidak hanya itu, sekeliling taman juga dipagari seng. Dengan alasan agar tidak bisa dimasuki orang.
Tindakan ini mengundang reaksi sejumlah aktivis lingkungan maupun seniman. Mereka meminta Pemko Medan segera membenahi taman tersebut dan tetap memberikan ruang bagi seniman Kota Medan untuk berkreasi. Bahkan, beberapa tahun belakangan, para aktivis lingkungan juga membenahi taman dan membuat kegiatan. Sayang, upaya tersebut tidak banyak membuahkan hasil. Pemko Medan tetap hanya berencana tanpa aksi nyata.
Pertanyaan baru muncul di tengah – tengah masyarakat di kota terbesar ketiga di Indonesia ini, apa kabar Taman Lili Suheri?Waktu lima tahun apakah ada perubahan dari sebelumnya. Ternyata, tidak ada sama sekali. Pantauan akses.co kondisinya tetap sama, bahkan cenderung makin parah. Di pintu gerbang pertama, aroma pesing sangat menyengat. Maklum, di depan taman kerap mangkal taksi menunggu penumpang yang keluar dari gedung sekitar, apakah itu tempat dugem, rumah sakit dan lainnya. Gerai yang dulu tempat berjualan masih berdiri dengan kondisi terbengkalai. Sebagian taman mulai menyemak ditumbuhi tanaman liar. Sebagian lagi dijadikan lapak parkir liar. Pagar seng mengelilingi taman tersebut juga mulai rusak dan berkarat.
Apa reaksi dari Pemko Medan melihat kondisi ini. Apakah mereka tahu atau tidak. Atau juga mungkin lupa ada aset mereka bernama Taman Lili Suheri yang terletak di Jalan Listrik simpang Jalan Palang Merah, Medan. Pemko Medan ternyata tidak lupa, tapi memang belum ada reaksi apapun. Ini dilihat dari jawaban Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni selaku instansi yang mengelola taman kota di Medan. Jawaban Husni sama seperti yang disampaikan empat, lima tahun lalu. Tetap rencana awal menjadi taman kota dan akan segera difungsikan. Kapan pastinya, hanya mereka dan tuhan Yang Maha Esa lah yang tahu. “Segera difungsikan. Masterplan perencaan sudah ada. Nanti dilakukan tahapan,” ungkap Husni kepada akses.co melalui aplikasi messenger, Selasa (10/9/2019).
Pemko Medan tetap juga mengedepankan janji bukan komitmen. Tidak hanya penataan taman, tapi juga penertiban parkir liar. Parkir yang dikutip oknum tertentu dan hasil kutipannya tidak disetorkan ke kas daerah. Padahal apabila ada kemauan penataan taman ini bisa dilakukan tanpa harus menunggu lima tahun atau lebih. “Nanti akan dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk penertiban parkir liar tersebut,” tambah Husni.
Saat ini masyarakat Medan, terutama mereka yang dulunya menanfaatkan taman tersebut, baik itu untuk bermain, berkreasi atau sekadar duduk santai menikmati senja hanya berharap taman tersebut kondisinya tidsk semakin parah dan dilupakan. (reza shahab)
Teks poto : Kondisi Taman Lili Suheri saat ini. Keberadaanya semakin menyemak dan dimanfaatkan sebagai tempat parkir liar
Artikel Terkait