NEWS

Tak kantongi STTP, Masyarakat Teluk Rumbia Tetap Akan Lakukan Unjuk Rasa

SINGKIL, akses.co – Masyarakat kampong teluk rumbia dan rantau gedang mengaku akan tetap melakukan aksi unjuk rasa terkait permasalahan proyek jalan singkil – teluk rumbia senilai Rp 21 miliar.

Aksi unjuk rasa itu akan tetap mereka lakukan walaupun tanpa Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak kepolisian yang dikeluarkan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh koordinator aksi Zulkarnain kepada media ini, Selasa (8/9/2020). “InsyaAllah kami akan tetap lakukan aksi unjuk rasa terkait proyek Rp 21 miliar tersebut”, Katanya.

Kata dia, berdasarkan penjelasan dari pihak intelkam polres aceh singkil bahwa surat yang mereka layangkan ke polres aceh singkil sudah berada di ruangan atasan ( Kapolres ) Aceh Singkil.

“Tapi kendala nya ada rapat”, Tambahnya.

Menurutnya, pihaknya akan tetap turun aksi walau tanpa Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari Polres Aceh Singkil.

Kita dari warga teluk rumbia dan rantau gedang pasti akan turun unjuk rasa jika tidak ada halangan yang memungkinkan kita untuk tidak turun aksi. “kegiatan pada hari kamis 10 september 2020, sedangkan titik aksinya di kantor Kejari Aceh Singkil”, paparnya.

Tuntutan kita diantaranya meminta Kejari Aceh Singkil agar segera menyelesaikan kasus Proyek Peningkatan Jalan Singkil-Teluk rumbia yang terduga ada mark up didalamnya dan menuntut pembangunan jalan tersebut supaya dapat diselesaikan. Sebab jalan itu berguna untuk menunjang ekonomi, dan lebih paling penting jika ada orang sakit tidak kepayahan untuk dibawa ke puskemas, Sambungnya.

Kalau pejabat melanjutkan bangun jalan kami, itu tandanya pejabat menyelamatkan anak kami dalam kandungan, Tutupnya.

Terpisah, saat di konfirmasi, Kapolres Aceh Singkil AKBP Mike Hardy Wirapraja,SIK,MH melalui Kasat Intelkam Polres Aceh Singkil Iptu Faisal mengatakan bahwa surat pemberitahuan unjuk rasa yang dilayangkan Masih di ruang bapak kapolres, tampaknya belum bisa dikeluarkan sttpnya karena masih dalam keadaan pandemi covid, Sebutnya.

Lanjut, jika rekan – rekan kita tetap nekat melakukan aksi, harapannya semoga rekan – rekan kita tersebut menjalankan kegiatan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Sebenarnya bukan aksi unjuk rasanya yang dilarang, cuma karena masih masalah pandemi covid saja”, Jelasnya. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker