BATUBARA

Tak Henti Arungi Banjir, Perjuangan Kadin Batubara Baksos Salurkan Bantuan

BATUBARA, akses.co – Lokasi Desa Tanjung Mulia bisa dibilang agak terpisah dari jalan utama Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batubara, Sumatra Utara.

Tak seperti desa lain yang berada di jalan utama Kecamatan, setidaknya untuk mencapai desa tersebut, dibutuhkan sedikit perjuangan, terlebih dalam kondisi banjir seperti saat ini.

Lebih dari sepekan banjir menggenangi sejumlah rumah di Desa Tanjung Mulia, akibat dari luapan sungai di desa itu, tak hanya rumah menjadi korban, puluhan hektar persawahan luluh lantah (rusak) diterjang banjir.

Memang, bencana banjir ini memberi dampak terhadap masyarakat terutama psikis (mental) masyarakat, dimana masyarakat trauma akan peristiwa serupa terulang. Dampak lain, nyaris denyut nadi perekonomian warga terhenti. Bagaimana tidak, sebagian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, dipaksa mengelus dada melihat lahan pertanian/persawahan terendam banjir. Hampir dipastikan, petani akan gagal panen.

Namun, apa yang dirasakan masyarakat saat ini, juga turut dirasakan oleh sejumlah pihak. Salah satunya adalah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Batubara.

Pengurus Kadin Batubara, Burhan dan Loli Sastra, sosok yang tahu betul bagaimana perjuangan Kadin Batubara untuk membantu warga terdampak banjir. Lebih dari sepekan sudah, waktu yang mereka miliki dihabiskan menyambangi warga secara langsung dari pintu ke pintu (door to door) guna menyalurkan bantuan sembako.

Jika melihat kondisi di daerah Kecamatan Nibung Hangus, bukan hal yang mudah menerobos banjir di wilayah tersebut.

Seperti di Desa Pematang Rambai, Pengurus Kadin Batubara terpaksa meninggalkan kendaraan diujung jalan dan berjalan kaki menembus banjir untuk memberikan bantuan sembako kepada warga. Sesekali terlihat beberapa orang menggulung celana dan berbahasan.

Tak jauh beda di Desa Tanjung Mulia, membawa sekitar 100 karung beras, pengurus Kadin Batubara bertelanjang kaki menyambangi warga terdampak banjir.

“Ya begini la kondisinya. Kita harus siap bagaimana pun situasinya. Kalau memang harus berbahasan, itu pun harus kita tempuh. Terpenting, bagaimana bantuan sembako ini sampai ditangan warga,” katanya.

Begitu juga dikatakan Misman (60), salah seorang warga Kecamatan Nibung Hangus, menurutnya tidak semua orang mau melakukan hal yang sama dilakukan Kadin Batubara. Hanya orang yang memiliki kepedulian dan jiwa sosial tinggi yang mau melakukan itu.

Bersyukur hal itu dimiliki oleh Ketua Kadin Batubara OK Faizal Djalil. Beberapa kesempatan beliau tidak sungkan berbasahan menembus banjir untuk memberi bantuan langsung kepada warga.

Warga lain, Mistam (65) menceritakan tentang kondisi rumah dan sawah miliknya. Walaupun kondisi rumahnya saat banjir tidak separah rumah warga lain. Namun, sawah miliknya yang luasnya sekitar 18 rante rusak, padahal tanaman padi baru memasuki usia tanam sekitar 1 minggu. Akibatnya, Misman harus memutar otak (mencari modal) untuk kembali menanam ulang padinya.

“Alhamdulillah, hari ini Pak OK Faizal Djalil melalui Kadin Batubara datang untuk memberikan bantuan beras. Bantuan seperti ini yang diharap warga, setidaknya dapat meringankan beban warga,” ucapnya. (Red/firs)

close

Halo ­čĹő
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.