ADVERTORIAL

Survei CRC Pilkada Binjai: ‘Anak Main Tongat’ dan Istri Petahana Keok

Tim survei CRC, Ara Auza, M.I.Kom, saat memaparkan hasil survei Pilkada Binjai.

MEDAN, akses.co – City Research Center (CRC) merilis survei elektabilitas terhadap 3 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pilkada Binjai. Hasilnya, istri petahana dan Juliadi yang sering diistilahkan ‘anak main tongat’ berada diurutan bawah.

Survei sendiri dilakukan 18 – 24 Oktober 2020 dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 400 orang.

Hasilnya menempatkan paslon nomor urut 1, Rahmat Sorialam – Usman Jakfar diposisi teratas dengan persentase 31,25%. Paslon nomor urut 2 Lisa Andriani – Sapta Bangun dengan 22,25%. Sedangkan paslon nomor urut 3 Juliadi – Amir Hamzah diposisi juru kunci dengan persentase 28%.

Lisa Andriani sendiri merupakan istri dari Muhammad Idham atau Wali Kota Binjai petahana.

“Preferensi memilih yang menjadi dasar responden untuk memilih calon wali kota dan wakil wali kota adalah tokoh agama (20,75%) dan jujur atau bersih dari KKN (14,25%), ” ujar Direktur Riset CRC, Ara Auza, di Medan, Jumat (6/11/2020).

Dalam kesempatan itu, Ara juga mengungkapkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinjera Pemerintah Kota (Pemko) Binjai juga masih rendah.

“Tidak puas 53% dan puas 47%,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jumlah persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah kesulitan mencari lapangan pekerjaan dengan persentase 26,75%, keamanan dan ketertiban 24%.

“Adapula juga pertanyaan kami kepada responden. Apabila Pilkada Binjai dilakukan hari ini, siapa yang akan dipilih. Hasilnya 31,25% memilih Rahmat Sorialam – Usman Jakfar, 29,5% memilih Juliadi – Amir Hamzah dan hanya 22,25% yang memilih Lisa Andriani – Sapta Bangun,” paparnya.

Untuk persoalan politik uang pada Pilkada Binjai, diakuinya juga cukup tinggi. Bahkan bisa mempengaruhi masyarakat dalam menentukan pilihan nantinya.

“Menerima, tetapi tidak akan mempengaruhi pilihan itu persentasenya 41,25%, menerima dan akan memilih kandidat yang memberikan persentasenya 33,5%. Untuk yang menolak hanya 25%,” paparnya. (ggs)

Comments
To Top