Beranda EKBIS Wagub Ijeck: PT PPSU Diaudit, Segera Gelar RUPS

Wagub Ijeck: PT PPSU Diaudit, Segera Gelar RUPS

BERBAGI
Suasana saat Wagubsu Musa Rajekshah saat menerima Dirut PT PPSU, Tasimin, Selasa.
Suasana saat Wagubsu Musa Rajekshah saat menerima Dirut PT PPSU, Tasimin, Selasa.

MEDAN, akses.co – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah meminta PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). PT PPSU juga diminta tidak melakukan pengembangan usaha sebelum hasil audit selesai.

Hal itu disampaikan Wagubsu Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, ketika rapat bersama Direktur Utama (Dirut) PT PPSU Tasimin MT tentang kegiatan BUMD milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di Ruang Rapat Wagubsu Lt. IX, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (4/12/2018).

“PT PPSU harus segera mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham, sehingga laporan keuangan perusahaan akan menjadi legal dan resmi,” ujar Wagubsu, yang didampingi Kepala Biro Bina Perekonomian Setdaprovsu Ernita Bangun SE MAP, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provsu Effendy Pohan.

Wagubsu juga berharap, agar PT PPSU tidak melakukan pengembangan perusahaan, sebelum proses audit selesai. Selain itu, PT PPSU juga diingatkan, apabila melaksanakan suatu pekerjaan harus menghasilkan keuntungan dan bekerja secara legalitas dan resmi.

“Apabila kita tidak menghiraukan hal ini, akan berhadapan dengan hukum. Dan siapapun yang melanggar hukum harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. Ini bukan main-main,” tegas Wagubsu.

Menanggapi hal itu, Dirut PT PPSU Tasimin MT mengatakan pihaknya siap mengadakan RUPS pada bulan ini, seperti yang diminta Wagubsu. “Kami siap mengadakan RUPS, sesuai yang diperintahkan Bapak Wakil Gubernur,” ujar Tasimin.

Pada kesempatan itu, Tasimin memaparkan, bahwa perusahaan yang dipimpinnya sudah melakukan berbagai pekerjaan. Diantaranya, di bidang transportasi sebagai operator penyeberangan kapal di sekitar Danau Toba dan juga di bidang pertambangan, properti, Light Rail Transit (LRT), energi, kontraktor dan supplier.(rih/rel)

Comments

Komentar