Beranda POLITIK Serapan Anggaran OPD Rendah, Meutya Minta Edy – Ijeck Tancap Gas

Serapan Anggaran OPD Rendah, Meutya Minta Edy – Ijeck Tancap Gas

BERBAGI
Anggota DPR RI asal Sumut, Meutya Hafid (kanan), berbicara dalam sebuah diskusi di Medan, belum lama ini.
Anggota DPR RI asal Sumut, Meutya Hafid (kanan), berbicara dalam sebuah diskusi di Medan, belum lama ini.

akses.co – Anggota DPR RI asal Sumatera Utara, Meutya Hafid, menyayangkan masih rendahnya serapan anggaran APBD 2018 di jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprovsu. Dia berharap Gubsu Edy Rahmayadi dan Wakil Gubsu Musa Rajekshah (Ijeck) tancap gas, serta mengevaluasi kondisi ini.

“Kami menyayangkan sekali serapan anggaran masih rendah, padahal ini sudah mau berakhir tahun anggaran berjalan. Meski pun saya menduga, serapan yang rendah ini karena masa transisi kepemimpinan yang terjadi dari Gubsu Tengku Erry ke Pj Gubsu Eko Subowo dan akhirnya pada Gubsu Edy Rahmayadi,” kata Meutya Hafid, Kamis (8/11/2018).

Politisi Partai Golkar ini menyatakan itu saat dimintai tanggapannya tentang serapan anggaran OPD Pemprovsu hingga akhir Oktober 2018, berada pada angka 58,66% atau Rp8,13 triliun lebih dari total APBD Sumut 2018 Rp13,86 triliun lebih. Dari 49 OPD itu, 23 OPD dinilai tidak mampu mengelola anggaran secara maksimal.

Sesuai data yang diperoleh dari aplikasi Smart Sumut Province OPD seperti Biro Humas dan Keprotokolan baru terealisasi 59,58%, Inspektorat baru menyerap anggaran 48,95%. Pada OPD teknis seperti Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) dengan total anggaran Rp1,027 triliun baru realisasi Rp271,442 miliar atau 26,41%. Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang bertotal ang­garan Rp144 miliar baru realisasi Rp44 miliar atau 30,64%.

Selanjutnya, Dinas Ketahanan Pa­ngan dan Peternakan bertotal ang­garan Rp187 miliar, baru terealisasi Rp68,26 miliar atau 36,45%, Dispora bertotal anggaran Rp113 miliar, baru rea­lisasi Rp42 miliar atau 37,85%, Dis­kominfo bertotal anggaran Rp55 miliar, realisasi Rp30 miliar atau 58,85%.

“Persentase serapan ini tidak membanggakan. Karena sesunguhnya dalam tiap rupiah anggaran itu dititipkan pembangunan dan perbaikan untuk kesejahteraan masyarakat, melalui program yang dibutuhkan rakyat,” kata Meutya.

Dia berharap Gubsu Edy dan Wagubsu Musa Rajekshah, sebagai pemimpin baru Sumatera Utara langsung tancap gas dalam menjalankan program-program kerakyatan. Yang utama juga langsung merumuskan bersama masing masing dinas program prioritas yang akan dijalankan pemimpin baru Sumut ini.

“Jajaran Pemprovsu harus ingat, bahwa masyarakat punya harapan yang amat besar terhadap duet kepemimpinan baru, untuk Sumut yang bermartabat,” pungkasnya.(rur/rel)

Comments

Komentar