Beranda METRO Sarasehan Ungkap Peran Teknologi dalam Pemberdayaan Pemuda

Sarasehan Ungkap Peran Teknologi dalam Pemberdayaan Pemuda

BERBAGI
Pembicara dalam Sarasehan Kepemudaan Dispora Sumut berpose bersama usai acara.
Pembicara dalam Sarasehan Kepemudaan Dispora Sumut berpose bersama usai acara.

MEDAN, akses.co – Chief Executive Officer (CEO) Citra Strategis Indonesia (CSI), Tengku Adri, mengajak pemuda untuk berani memanfaatkan teknologi yang saat ini berkembang pesat untuk kemajuan organisasi. Salah satunya dengan memanfaatkan laman internet untuk mengenalkan potensi organisasi dan anggota organisasi.

“Saat ini setiap kita tidak bisa lepas dari teknologi. Dalam pengelolaan potensi organisasi kepemudaan, kemahasiswaan dan kepelajaran, saya mendorong juga untuk memanfaatkan teknologi itu,” kata Adri.

Hal ini terungkap dalam Sarasehan Kepemudaan “Road Map dan Perda Kepemudaan Provinsi Sumatera Utara yang digelar Dispora Sumut, di Hotel Grand Kanaya, Medan, Senin (18/3/2019). Hadir sebagai pembicara Deputi Pemberdayaan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof Dr Faisal Abdullah, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, M.Si, Sejarawan Dr Phil Ichwan Azhari, Ketua STIK-P Medan Dr Sakhyan Asmara, Dosen Unimed Dr Joharis Lubis, dan Social Media Specialist dari CSI Tengku Adri dan dipandu moderator, Fakhrur Rozi, S.Sos, M.I.Kom dari UIN Sumatera Utara.

Sementara, Aktivis sekaligus Dosen Unimed, Dr Joharis Lubis, dalam paparannya menyinggung eksistensi pemuda dalam Revolusi Industri 4.0. Di mana, aktivitas sosial ekonomi sudah banyak dikendalikan teknologi. “Kalau pemuda tak berinovasi, maka pemuda bisa mati. Mati dalam arti hanya jadi penonton di usia yang harusnya produktif,” kata Joharis.

Dalam sarasehan itu, Sejarawan Dr Phil Ichwan Azhari, menyampaikan, pemuda sejak lama menjadi tonggak perubahan Indonesia. Pada usia 19 tahun, Proklamator Soekarno, sudah menulis 500 artikel. Sementara Mohd Hatta pada usia 24 tahun punya ribuan judul buku yang ditulisnya sendiri. “Ini menandakan, generasi pemuda saat ini lebih bodoh dari generasinya Hatta. Ini tantangan kita,” katanya.

Kata Ichwan saat ini sebenarnya banyak pemicu kalangan pemuda harus bergerak seperti masa perjuangan dulu. Salah satunya adalah perekonomian Indonesia yang makin terpuruk karena penguasaan asing. “Tapi sayangnya, tidak banyak muncul pemuda seperti Soekarno, Hatta. Di usia belia sudah mengguncang dunia dengan aksinya,” ungkap Ichwan.

Sarasehan ini juga diikuti dengan diskusi interaktif. Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Pemuda Dispora Sumut, Budi Syahputra, S.Pd, kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta utusan dari pengurus organisasi kepemudaan, kemahasiswaan dan kepelajaran tingkat Provinsi Sumut. “Hasil sarasehan akan menjadi rekomendasi bagi Dispora dalam pembentukan road map dan perda kepemudaaan,” pungkas Budi.(rel/wan)

Comments

Komentar