Beranda SUMUT PLN Operasikan Unit Layanan Pelanggan Nias Barat

PLN Operasikan Unit Layanan Pelanggan Nias Barat

BERBAGI
Peresmian fasilitas layanan pelanggan di Nias Barat, Selasa (6/11/2018). (Foto istimewa)
Peresmian fasilitas layanan pelanggan di Nias Barat, Selasa (6/11/2018). (Foto istimewa)

akses.co – PT PLN (Persero) terus melakukan penguatan pelayanan kelistrikan di Kepulauan Nias sebagai implementasi kerjasama Nias Terang 2019 dan upaya menggenjot rasio elektrifikasi di daerah tersebut, yang ditandai dengan peresmian fasilitas layanan pelanggan di Nias Barat, Selasa (6/11/2018).

Peresmiannya dilakukan langsung oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera (Diregsum) PLN, Wiluyo Kusdwiharto, didampingi General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto dan sejumlah pejabat PLN lainnya.

Dari keterangan resmi PLN UIW Sumut, Rabu (7/11/2018), pengoperasian Kantor PLN ULP Nias Barat merupakan salah satu implementasi dari kerjasama program Nias Terang 2019. Yang mana pada 18 September 2018, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara menjalin kerjasama dengan para kepala daerah di Kepulauan Nias dalam program Nias Terang 2019.

Kantor ULP Nias Barat merupakan satu dari tiga kantor ULP terbaru yang dioperasikan PLN di Kepulauan Nias, kata Direktur Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto. Dia optimistis, jajaran SDM yang ditugaskan, didukung dengan sistem dan perlengkapan kerja yang memadai, akan mampu melayani sekitar 17 ribu pelanggan PLN di Nias Barat.

Selain itu, pengoperasian Kantor ULP Nias Barat juga merupakan bagian dari upaya PLN menggenjot rasio elektrifikasi di wilayah kepulauan yang terdiri dari lima kabupaten/kota tersebut.

General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto mengungkapkan, rasio elektrifikasi di Kepulauan Nias hingga kini sebesar 51,38% dengan jumlah konsumen sebanyak 90.456 pelanggan. Adapun jumlah desa berlistrik masih sebanyak 669 desa atau hanya 70% dari 950 jumlah total desa di Kepulauan Nias.

Saat peresmian Kantor ULP Nias Barat, Diregsum PLN, Wiluyo Kusdwiharto lebih lanjut mengatakan, saat ini Kepulauan Nias memiliki daya listrik sebesar 50 MW dengan beban puncak 31 MW. Tidak lama lagi, infrastruktur kelistrikan di kawasan kepulauan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia ini akan bertambah dengan beroperasinya PLTMG Gunungsitoli berkapasitas 5×5 MW.

“Semoga tahun depan (PLTMG Gunungsitoli) sudah beroperasi, sehingga bisa memberikan layanan terbaik,” ujar Wiluyo.

PLN juga berencana membangun transmisi 70kv dari Gunungsitoli ke Nias Barat untuk meminimalisir gangguan jaringan bila menggunakan transmisi 20kv. Selain itu, PLN pun akan mengoperasikan PLTD selama 24 jam di pulau-pulau terluar di Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat.

“Kami yakin infrastruktur kelistrikan ini akan ikut membantu mengembangkan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Nias,” ujarnya.

Karena itu dia berharap dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat agar mendapatkan kemudahan yang diperlukan untuk pembangunan kelistrikan tersebut. Seperti dalam hal proses perizinan dan penebangan pohon.

Tokoh masyarakat Nias Barat, Zemi Gulo, mengungkapkan warga mengapresiasi pengoperasian Kantor ULP PLN di daerahnya. Hal itu karena selama ini pelayanan pelanggan listrik masih menjadi kendala di sana.

“Dengan diresmikannya kantor ULP, menjadikan ketenangan buat warga. Dan akan berpengaruh juga dengan pendapatan masyarakat dan keluarga di masa mendatang,” tuturnya.

Sementara itu,
Nitema Gulo, Ketua DPRD Nias Barat berjanji akan mengajak masyarakat membantu pembangunan kelistrikan yang dilaksanakan PLN.

“Kami akan bantu dari sisi manapun. Pemotongan kayu, kami bantu. Mau tanah, kami kasih tanah. Kami mendukung luar dalam,” tegasnya.

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely mengungkapkan, mayoritas penduduk daerahnya bermata pencarian sebagai nelayan. Karena itu, ketersediaan energi listrik menjadi kebutuhan vital bagi perekonomian warga.

“Ikan mudah busuk karena tidak ada pabrik es di sini,” paparnya. (din)

Comments

Komentar