Beranda SUMUT Pj Gubsu: Tingkatkan Upaya Kesehatan di Kabupaten/Kota

Pj Gubsu: Tingkatkan Upaya Kesehatan di Kabupaten/Kota

BERBAGI
Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA pada pembukaan Rakerkesda Provsu tahun 2018, di Hotel Emerald Garden Medan, Rabu (11/7).
Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA pada pembukaan Rakerkesda Provsu tahun 2018, di Hotel Emerald Garden Medan, Rabu (11/7).

akses.co – Proses pembangunan kesehatan nasional tidak terlepas dari upaya peningkatan kesehatan di daerah kabupaten/kota. Karena itu, Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) diharapkan mampu mendorong upaya peningkatkan kesehatan di daerah.

Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA pada pembukaan Rakerkesda Provsu tahun 2018, di Hotel Emerald Garden Medan, Rabu (11/7). Hadir pada acara tersebut Menteri Kesehatan RI Prof Dr Nila Djuwita F Moeloek, Sekjen Kemenkes dr Untung Suseno Sutarjo MKes, dan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes dr Kirana Pritasari.

Eko Subowo mengatakan, Rekerkesda pada dasarnya merupakan rangkaian vertikal dari Rakerkesnas, sebagai forum pertemuan antara pusat dan daerah untuk melakukan evaluasi berbagai program kesehatan, sekaligus menyusun, menyepakati dan menetapkan program prioritas nasional kesehatan dan upaya pencapaianya, sebagai bagian dari proses pembangunan kesehatan nasional.

“Sebagaimana amanat Rakerkesnas yang diadakan di Tangerang – Banten, bahwa setiap provinsi diharapkan mampu membangun sistem kesehatan guna mencapai universal health coverage (UHC), yakni suatu sistem untuk memastikan bahwa setiap warga telah dapat memperoleh akses kesehatan kabupaten/kota melalui penyediaan premi bagi penerimaan bantuan iuran JKN,” paparnya.

Seperti provinsi lain, tambah Eko, kalau wilayah Provinsi Sumut secara epistemologis masih membutuhkan peningkatan penanganan kasus tuberkulosis (TBC), dimana dari jumlah kasus TBC yang ditemukan masih terdapat sebagian kasus yang tersembunyi atau tidak terlapor dan berpotensi menimbulkan resistensi kuman terhadap obat TBC, sehingga dapat memunculkan permasalahan yang lebih serius seperti TB-MDR.

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut menunjukkan bahwa jumlah kasus TB -MDR di Provinsi Sumut cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir, tahun 2015 kasus TB MDR sebanyak 143 kasus, tahun 2016 meningkat menjadi 209 kasus dan akhir 2017 sebanyak 269 kasus. Untuk itu diperlukan upaya nyata yang bermakna guna menghentikan proses penyebaran penyakit TB melalui kegiatan percepatan eliminasi TB,” jelasnya.

Begitu juga dengan data stunting balita atau balita pendek. Juga memerlukan perhatian untuk dilakukan peningkatan penanggulangan secara sistematis. “Data balita pendek dan sangat pendek dilaporkan kabupaten/kota pada tahun 2017 rata-rata 28,42 persen dan diantaranya terdapat balita sangat pendek sebesar 12,45 persen,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Provsu Drs Agustama Mkes, yang juga panitia pelaksana kegiatan, mengatakan, bahwa Rakerkesda Provsu akan berlangsung sampai 12 Juli, yang diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari para Kadis Kesehatan dari kabupaten/kota, kepala rumah sakit, dan Kanwil BKKBN Sumut. (rel)

Comments

Komentar