Beranda SUMUT MWA Dukung Penuh Pengembangan RS USU

MWA Dukung Penuh Pengembangan RS USU

BERBAGI

akses.co – Majelis Wali Amanat (MWA) mendukung penuh pengembangan Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Apalagi RS yang sudah terakreditasi paripurna itu sejak Juni 2018 naik kelas dari C menjadi Kelas B.

Hal itu disampaikan Ketua MWA Drs H Panusunan Pasaribu, MM. saat memimpin pertemuan dalam visitasi MWA, Senat Universitas dan Rektor ke Rumah Sakit USU, Selasa (17/07/2018). Hadir dalam kunjungan itu dari MWA antara lain Sekretaris MWA Fahmi Natigor Nasution, SE, M.Acc, Ak, Rektor USU Prof Runtung Sitepu, para anggota MWA antara lain Prof Dr Ir Harmein Nasution, MSIE, Ir Nurlisa Ginting, M.Sc, Ph.D, Prof Dr Hakim Bangun, APT, Prof Dr Zul Alfian, M.Sc, Prof Dr Syafruddin Kalo, SH.M.Hum dan Dr Rustam Effendi Nainggolan.

Sementara dari Senat Universitas antara lain Ketua Prof dr Chairul Yoel, Sp.Ak (K), Sekretaris Muhammad Arifin Nasution, S.Sos.MSP, para anggota Prof Dr dr Delfitri Munir, Sp.THT-KL (K), Dr Mardiningsih, M.Si, Dr Poppy Anjelisa Z Hasibuan, M.Si.Apt, Ir Syahrizal, MT dan dr Zaimah Z Tala, MS, Sp.GK.

Para rombongan diterima jajaran Dewan Pengawas RS USU antara lain Prof Paham Ginting, dr Azwan Hakmi Lubis dan dr Nazaruddin. Selain itu hadir jajaran direksi RS USU yakni Direktur Utama Dr dr Syah Mirsya Warli, SpU (K), Direktur Sarana dan Prasarana Dr Ahmad Delianur, ST.MT, Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan dr Riyadh Ikhsan, M.Ked (DV), Sp.KK, Direktur Diklat, Penelitian dan Kerjasama dr Sake Juli Martina, Sp.FK dan Direktur Umum, Keuangan dan SDM dr Dewi Indah Sari Siregar,MKed (ClinPath), SpPK.

Ketua MWA Panusunan Pasaribu mengaku merasa senang dapat melakukan kunjungan ke RS USU. Apalagi setelah pihaknya melihat langsung dari ruang ke ruang termasuk beberapa rencana pengembangan RS USU seperti mesin Cath Lab yang belum bisa difungsikan mengingat perizinan dari BPJS yang belum turun. Disebutkan Panusunan Pasaribu, beberapa catatan penting nantinya dari kesimpulan kunjungan akan dibawa dalam rapat MWA untuk kemudian dibahas bagaimana mencari solusi seperti kebutuhan SDM dan beberapa pengembangan peralatan bagi kemajuan RS USU.

Rektor USU Prof Runtung Sitepu dalam sambutannya antara lain menyatakan, RS USU dan RS Gigi dan Mulut FKG USU merupakan unit penunjang akademik dan bukan unit bisnis. Sehingga ke depan pengembangan yang dilakukan jajaran rektorat dan direksi RS adalah bagaimana RS USU dapat berkembang menjadi RS rujukan dan percontohan serta menjadi pusat pengembangan IPTEKDOKKES bagi Indonesia di beberapa tahun ke depan.

Direktur Utama RS USU Dr dr Syah Mirsya Warli dalam sambutannya menyatakan, adanya perbedaan antara pengelolaan fakultas dengan rumah sakit. Salah satunya adalah sertifikasi fakultas 5 tahun sekali sedangkan RS setiap tahun sehingga membutuhkan singkronisasi.

RS USU adalah salah satu Greenbuilding pertama di USU yang di desain dengan mempertimbanhkan penghematan energi dan ramah lingkungan.

Saat ini RS USU memiliki 17 poliklinik yakni anak, bedah, kebidanan dan kandungan, penyakit dalam, THT, mata, syaraf, kulit kelamin, jantung, rehabilitasi medis, bedah syaraf , orthopaedi, bedah anak, tumbuh kembang,psikiatri kesehatan jiwa, paru, anasthesi . Sementara jumlah tempat tidur beroperasional sekarang adalah 109 tempat tidur sementara jumlah tempat tidur akan beroperasional sebanyak 56 tempat tidur.

Dalam kesempatan itu juga Dirut menyampaikan, RS USU juga mulai mengembangkan pelayanan-pelayanan subspesialistik seperti gatroenterohepatologi, nefrologi, hemato oncology, geriatri dan lain-lain. (Humas)

Comments

Komentar