Beranda POLITIK Meutya: Ibu Nuril tidak Langgar UU ITE

Meutya: Ibu Nuril tidak Langgar UU ITE

BERBAGI
Meutya Hafid, Anggota DPR RI asal Sumatera Utara dari Partai Golkar.
Meutya Hafid

#SaveBaiqNuril

akses.co – Anggota Komisi I DPR Meutya Hafid mengakui bahwa Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kerap digunakan oleh orang yang punya kuasa lebih kepada orang yang kekuasaannya lebih rendah.

Salah satunya terjadi dalam kasus Baiq Nuril dengan mantan Kepala SMU 7 Mataram yang merupakan atasan Nuril. “Memang sayangnya banyak digunakan untuk orang powerfull kepada orang powerless,” ujar Meutya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (22/11/2018).

Menurut Meutya, UU ITE kini juga sudah lebih baik setelah direvisi beberapa tahun lalu. Kini ancaman pidananya diturunkan dari 6 tahun menjadi 4 tahun. “Sehingga tidak bisa orang langsung diambil paksa dari rumahnya tanpa pembuktian sama sekali,” kata Meutya.

Dia berpendapat, tak ada yang salah dengan UU ITE pada kasus Baiq Nuril. Menurut Meutya, putusan MA yang justru tidak sesuai dengan substansi UU ITE. “Bahwa dalam kasus Ibu Nuril, masalahnya bukan di UU ITE. Masalahnya di penegak hukum dalam hal ini Mahkamah Agung yang menurut saya tidak senapas dengan Undang-Undang yang dia gunakan untuk menghukum orang,” ujar Meutya.

Meutya mengatakan, Nuril bukan lah pihak yang menyebarkan rekaman percakapan asusila. Sebagai salah seorang yang membahas UU ITE di DPR, Meutya menilai Nuril seharusnya tidak dihukum dengan UU tersebut. Hal itu telah dibuktikan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Mataram. Meutya mengatakan putusan PN Mataram sudah tepat.

“Saya menyayangkan putusan MA terhadap Baiq Nuril. Seharusnya MA menguatkan putusan Pengadilan Negeri ya, menurut saya itu yang memiliki atau senapas dengan yang ada dalam UU ITE,” kata dia.

Meutya pun mempersilakan jika ada pihak yang ingin mengajukan uji materi Undang-Undang tersebut. Dia mengatakan, Komisi I terbuka dengan opsi tersebut. Namun, dia menegaskan kembali bahwa kasus Baiq Nuril bukan karena melanggar UU ITE.

“Kalaupun ada catatan yang perlu diperbaiki, kami terbuka di komisi I. Tetapi dengan UU yang ada pun Ibu Baiq Nuril tidak terkena Pasal 27 ayat 1 karena dia tidak mentransmisikan, menyebarluaskan konten yang dianggap bermuatan asusila tersebut,” kaya Meutya. (rel)

Comments

Komentar