Beranda SUMUT Kemenkominfo: Hadapi Tantangan Global, Pola Mindset Harus Dirubah

Kemenkominfo: Hadapi Tantangan Global, Pola Mindset Harus Dirubah

BERBAGI
Konferensi internasional digelar di gedung serbaguna Fisip, USU, Jumat (7/09/2018). (akses.co/din)
Konferensi internasional digelar di gedung serbaguna Fisip, USU, Jumat (7/09/2018). (akses.co/din)

akses.co – Kepala Badan Penelitian dan. Pengembangan SDM Kemenkominfo, Dr Ir Basuki Yusuf Iskandar MA mengajak para peserta 1st International Conference of Communication Social Cultural Development and Digital Technology 2018 (Icomm DT 2018) di gedung Fisip USU, Jumat (7/09/2018) untuk merubah pola mindset komunikasinya dalam menghadapi tantangan global.

Hal itu sesuai dengan tema konperensi internasional itu “Media and Virtual Communication Perspective in The Era Zaman Now 4.0”.

Dalam konperensi internasional yang dihadiri oleh peserta dari Malaysia, Thailand dan lainnya itu, Basuki mengungkapkan bahwa zaman sudah berubah. Era teknologi informasi online menguasai perkembangan bisnis, tidak hanya di Indonesia, namun juga di dunia.

“Dunia sudah berubah, khususnya di masa 4.0 ini. Contohnya, Gojek. Walau hanya memiliki platform komunikasi online, namun bila investor disuruh milih, mau berinvestasi di Gojek atau di Garuda yang telah memiliki ratusan pesawat, pasti investornya lebih milih Gojek,” ungkapnya.

Untuk itu, Basuki Yusuf Iskandar mengajak para peserta untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Mengingat, perkembangan suatu bangsa tergantung kepada SDM masyarakatnya.

“SDM itu tak lepas dari komunikasi dan orang komunikasi minimal harus tahu konten analisa tapi bukan yang konvensional. Intinya, kita harus berubah, karena petanya sudah berubah,” ungkapnya.

Head Magister Communication of Sience USU,
Prof Lusiana Andriani Lubis, MA., Ph.D mengungkapkan keberadaan online memiliki dampak positif dan negatif. Hal itu tak bisa dihindari. “Seperti, game online yang membuat anak-anak ketagihan. Foto selfie, yang selalu berfoto tapi tak pernah dicetak yang membuat usaha cetak foto jadi sepi. Itulah contoh kecilnya,” ungkap sebagai narasumber di konferensi internasional itu.

Lusiana menambahkan teknologi komunikasi dan media online terus berkembang dari waktu ke waktu. Akibatnya, inovasi baru akan terus bermunculan. Tidak heran, bila banyak orang yang berminat menggeluti dunia online tersebut.

“Perubahan utama dari pengaruh teknologi media terhadap masyarakat melahirkan nilai-nilai baru dan kebiasaan sebagai budaya baru,” paparnya.

Diketahui, kegiatan tersebut merupakan implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Magister Ilmu Komunikasi Fisip Usu dan School of Communication University Sains Malaysia yang ditandatangi beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-38 FISIP USU tahun 2018. (din)

Comments

Komentar