Beranda POLITIK Bukan BBM Subsidi, Kenaikan Harga Pertalite Terserah Pertamina

Bukan BBM Subsidi, Kenaikan Harga Pertalite Terserah Pertamina

BERBAGI
Pertalite, BBM Non Subsidi. (int)
Pertalite, BBM Non Subsidi. (int)

akses.co – Kenaikan diam-diam harga BBM Pertalite dari Rp7.500 menjadi Rp7.600 disebut Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, sebagai mutlak keputusan Pertamina.

“Kenaikan itu mutlak keputusan Pertamina sebagai operator. Karena begini, untuk Pertalite, Dexlite, Pertamax dan Pertamax Plus itu harganya ditentukan Pertamina. Bukan termasuk bahan bakar bersubsidi,” jelasnya, Minggu (28/1/2018).

Gus Irawan Pasaribu yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra di DPR-RI menyatakan keputusan tersebut sudah dipertimbangkan oleh Pertamina. “Kamis lalu di Komisi VII ada rapat dengan Menteri ESDM, Dirjen Migas dan Dirut Pertamina membahas harga bahan bakar,” katanya.

Kenaikan itu sengaja diambil Pertamina karena harga minyak di pasar dunia juga terus mengalami kenaikan. “Tapi kami pesan ke Pertamina kalaupun naik jangan terlalu drastis karena itu akan membebani masyarakat. Memang kemudian harganya naik Rp100 per liter. Hitung-hitungan kenaikan Pertamina tersebut sudah cukup. Berbeda kalau misalnya premium dan solar yang naik tentu harus disampaikan. Sebab masih bersubsidi,” ujarnya.

Kenaikan harga Pertalite berbeda di daerah-daerah yang ada di Indonesia. Untuk Jakarta dan Sumut misalnya harga jual Pertalite sekarang Rp7.600 tapi di Riau harganya Rp8.000. kenaikannya juga Rp100 dari harga sebelumnya Rp7.900, kata dia.

Khusus untuk premium dan solar, Komisi VII, kata dia, sudah meminta kepada Pertamina untuk tidak menaikkanya dalam triwulan pertama 2018. “Khusus yang subsidi kita tidak mau ada kenaikan. Kemudian tentang pasokan premium yang sekarang tidak tersedia, kami juga sudah sampaikan ke Pertamina,” tambahnya.

Melihat kondisi harga minyak di pasar internasional yang berfluktuasi dan kali ini terlihat naik Gus mengharapkan agar koreksi harga bahan bakar di dalam negeri jangan sampai membebani. “Kita konteksnya begitu. Jangan terlalu membebani masyarakat,” pungkasnya. (rel/rur)

Comments

Komentar