Beranda SUMUT Belum Resmi Beroperasi, Pelabuhan KTMT Sudah Diminati

Belum Resmi Beroperasi, Pelabuhan KTMT Sudah Diminati

Walau belum resmi beroperasi, Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) sudah diminati

BERBAGI
KTMT
3 unit container crane siap melayani pelanggan di Pelabuhan KTMT, Rabu (12/12/2018). (akses.co/din)

akses.co– Walau belum resmi beroperasi, Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Sumatera Utara sudah memiliki potensi bongkar muat 400 kontainer per dua minggu. Tiga container crane baru buatan Konecranes Finlandia OY, Rabu (12/12/2018) di pelabuhan itu, akan memaksimalkan kepuasan pelanggan.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 lah yang mendatangkan tiga container crane di Pelabuhan KTMT itu. Pelindo 1 bersama anak perusahaannya PT Prima Multi Terminal siap merebut pangsa pasar pelabuhan di kawasan Selat Malaka.

Direktur Keuangan PT Prima Multi Terminal, Moedi Utomo mengungkapkan sudah ada beberapa perusahaan yang berkomitmen menggunakan jasa Pelabuhan KTMT.

“Unilever, Wilmar dan P&G telah berkomitmen melakukan ekspor tujuan China, India dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan KTMT ini,” paparnya saat media visit ke Pelabuhan KTMT itu.

Moedi Utomo menambahkan potensi ketiga perusahaan itu melakukan bongkar muat di Pelabuhan KTMT sebanyak 400 boxs kontainer per dua minggu.

Adapun potensi lainnya, menurut Moedi Utomo adalah terdapat 100 juta TEUs per tahun di kawasan Selat Malaka. Pelabuhan KTMT siap merebut pangsa pasar pelabuhan di kawasan Selat Malaka itu.

Saat ini, pengembangan tahap I Pelabuhan KTMT berupa pembangunan Terminal Multipurpose berkapasitas 600 ribu TEUs tengah memasuki persiapan akhir.

“Pada tahap awal Terminal Petikemas KTMT diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya. Nantinya, Pelabuhan KTMT sendiri memiliki kapasitas bongkar muat 50.000 box kontainer per bulan,” jelasnya.

Moedi Utama menambahkan untuk memaksimalkan operasional Pelabuhan KTMT, Pelindo 1 sendiri akan melakukan pengembangan tahap II. Pengembangan itu dengan menyiapkan kawasan industri Kuala Tanjung. Semakin cepat pertumbuhan industri di Kuala Tanjung, maka semakin cepat pula target operasional Pelabuhan KTMT itu tercapai.

“Selain itu, kita akan arahkan juga kegiatan bongkar muat dari Riau kemari,” ujarnya.

Moedi menambahkan investasi untuk pengadaan ketiga container crane baru itu sebesar Rp 450 milyar atau per unitnya, Rp 150 milyar. “Harga per 1 set unit cranenya, 8 Juta US Dollar atau Rp 150 milyar,” ungkapnya.

Di Pelabuhan KTMT itu sendiri bisa memuat 5 unit container crane. Kedepannya, bakal ada 2 unit container crane lainnya untuk menunjang operasional Pelabuhan KTMT itu. “5 tahun lagi akan kita datangkan 2 unit lagi. Kalau pertumbuhan industrinya lebih cepat, maka bisa lebih cepat lagi kita datangkan 2 unit crane itu,” ungkapnya.

Container Crane Siap Beroperasi

Diketahui, container crane itu memiliki kapasitas 45 ton dan mampu menghandle container dengan kapasitas 20, 40 hingga 45 feet.

“Pengadaan tiga container crane baru yang menggunakan tenaga listrik sebagai energinya adalah bentuk komitmen perseroan untuk terus meningkatkan layanan,” ungkapnya.

Ketiga container crane tersebut akan beroperasi penuh mulai awal tahun 2019 dan akan memberikan layanan bongkar muat di KTMT.

Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat, Pelabuhan KTMT, telah dilengkapi dermaga 500×60 meter. Juga dilengkapi trestle 2,8 kilometer untuk empat jalur truk selebar 18,5 meter serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Selain itu, Pelabuhan KTMT juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih. Seperti 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal. Selain itu, 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair. (din)

Comments

Komentar