NEWS

Subandi: Dinas Pendidikan Provinsi Harus Usulkan Hapuskan Sistem Daring ke Menteri Pendidikan

MEDAN, akses.co – Anggota DPRD Sumut M. Subandi, mendorong Dinas Pendidikan untuk mengusulkan ke Menteri Pendidikan agar sistem pembelajaran daring dihapuskan. pembelajaran daring banyak mudaratnya dan tidak mendidik moral karakter anak.

Hal itu disampaikan M. Subandi, Selasa (28/7). Subandi mengatakan, banyak orang tua dan anak-anak yang mengeluh soal sistem pembelajaran daring tersebut. Katanya, keluhan itu terjadi karena tidak optimalnya kegiatan belajar anak dan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan karena sistem tersebut.

“Tidak semua anak sekolah punya handphone, andaipun ada handphone belum tentu ada kuota internetnya. Inikan problem serius, dan harus segera dicari solusinya,” kata Subandi yang juga mantan Guru di Muhammadiyah.

Subandi mendorong agar Dinas Pendidikan Kab/kota dan Provinsi segera mengusulkan agar sistem dari dihapuskan karena lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaat.

Katanya, ditengah pandemi COVID-19, sebenarnya bisa saja anak-anak bersekolah dengan sistem shift, artinya proses pembelajaran tatap muka tetap berjalan, hanya saja secara bergantian. “Jadi belajar secara normal disekolah, namun secara bergantian untuk menjaga physical distancing dan menjalankan protokoler kesehatan,” tegasnya.

Lanjut politisi Gerindra ini, jika belajar sistem daring, pendidikan etika, moral, disiplin dan sopan santun pasti akan terabaikan. Jika biasa siswa belajar kesekolah itu pakaian rapi, bersih, bersikap sopan, dan mudah diawasi, kalau di sistem daring ini tidak bisa lagi.

“Kita tidak tau, apakah si anak saat berlangsungnya daring mereka serius atau tidak, atau malah mereka mengabaikan hal lain, mengingat pembelajaran model daring hanya berupa video conpres saja,” katanya.

Subandi mendorong agar pemerintah daerah juga ikut andil dalam mengatasi promblem sistem daring tersebut. “Ditengah Covid begini, banyak masyarakat kita yang susah, jangan karena sistem daring, masyarakat jadi tambah susah,” tegasnya. (ggs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker