STIT-BB MoU Bersama BNNK Batubara Upaya P4GN

BATUBARA, akses.co – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Kabupaten Batubara menjalin kerjasama, kesepakatan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika, Rabu (15/12/2021).

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama oleh Ketua STIT Batubara Dr. H. Agus Salim.M.AP di damping ketua I, II dan III di Gedung Kuliah Stit Batubara bersama Kepala BNNK Batubara AKBP Zainuddin S. Ag, SH, MH.

Ketua STIT Batubara H. Agus Salim menjelaskan, kerjasama pihaknya dengan BNNK diharapkan dapat membawa nilai terbaik bagi STIT Batubara, terutama dalam bidang keagamaan.

“Sebelumnya STIT Batubara telah melakukan kerjasama dengan beberapa institusi di Kabupaten Batubara. Kami berterima kasih dengan BNNK Batubara untuk menjadikan mahasiswa STIT Batubara menjadi sarjana yang bebas dari narkoba,” pungkasnya Agus Salim.

Sementara, Kepala BNNK Batubara, AKBP Zainuddin, didampingi Sub Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Aidil Rizki Rangkuti, berharap agar mahasiswa/i STIT Batubara menjadi agen perubahan untuk melenyapkan peredaran Narkoba di Kabupaten Batubara.

Menurutnya mahasiswa memiliki peran strategis untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba, khususnya di Kabupaten Batubara.

“Alhamdulillah Kabupaten Batubara memiliki satu-satunya perguruan tinggi Ilmu Tarbiyah Batubara yang bergerak di bidang pendidikan dan keagamaan,” ujar Zainuddin.

AKBP Zainuddin menjelaskan bahwa, berdasarkan data BNN tahun 2017, ada sekitar 27,32 persen pengguna Narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Angka ini dimungkinkan dapat terus meningkat karena beredarnya sejumlah narkotika jenis baru.

Jenis Narkoba baru tersebut disinyalir belum masuk ke dalam sistem perundang-undangan sehingga sulit dijerat dalam sistem Hukum Indonesia.

“Selain itu, juga semakin banyak jaringan Internasional yang ingin memasarkan produknya ke Indonesia. Indonesia dianggap sebagai pasar yang besar dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan baik,” ungkapnya.(F.F)

Artikel Terkait