AKSESNESIA

Seminar Nasional IA – ITB Angkat Masalah Pariwisata dan Kepemimpinan

MEDAN, akses.co – Ikatan Alumni Institut Tekhnologi Bandung (IA-ITB) Sumut menggelar seminar nasional dengan tema mewujudkan kemandirian bangsa dan negara menuju indonesia maju di Ruangan IMT -GT lantai II Gedung Biro Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (28/11/2019). Seminar ini mengangkat masalah kepemimpinan, keterbukaan informasi, pariwisata dan lainnya.

 
 
 
Sedangkan yang menjadi pembicara antara lain, Arya Sinulingga, Ferro Ferizka selaku Presiden Direktur INL, Hokkof Situngkir selaku Direktur Energi PT Waskita, dan lainnya.
 
 
Sekretaris IA – ITB Sumut, Muhammad Syafri Lubis mengungkapkan, seminar ini merupakan pertemuan untuk membicarakan hal – hal yang menarik. Makanya, ada beberapa hal yang dikemukakan dalam kegiatan ini.
Dirinya juga berharap dari seminar ini menjadi titik awal perbaikan di beberapa bidang di Sumut seperti, keterbukaan informasi, pariwisata, dan juga kepemimpinan. “Makanya dalam seminar ini kami menghadirkan orang – orang yang ahli di bidangnya masing – masing. Selain itu untuk melihat mekanisme kerja Presiden Jokowi di periode keduanya ini,” ungkap Syafri usai seminar.
Dirinya juga berharap hasil dari kegiatan ini nantinya dapat bermanfaat dan di aplikasikan di Indonesia. Tidak hanya itu dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain.
Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyampaikan di akhir masa periode pengurusan IA – ITB saat ini mereka akan melaksanakan kegiatan seminar internasional. Kegiatan itu juga untuk merayakan satu abadnya ITB. Rencananya kegiatan itu akan dilaksanakan Desember mendatang.
“Kami juga akan menyalurkan sumbangan dari alumni ITB di seluruh dunia untuk para korban erupsi Gunung Sinabung. Kegiatan itu juga nantinya akan dikemas dalam acara Siosar Festival dan bekerjasama dengan Rumah Rumbu. Kegiatan ini bertajuk Sadar Wisata Siosar. Acara yang ditampilkan adalah karnaval budaya dari seluruh masyarakat di tiga desa sekitar. Tarian dan nyanyi mengangkat budaya karo dan budaya lainnya. Ke depannya kami berharap Siosar menjadi desa budaya,” tegasnya.
Sementara itu, Ferro Ferizka menuturkan, saat ini terjadi pergeseran kepemimpinan saat ini di Indonesia. Dimana, muncul pemimpin -pemimpin muda. Hal inilah yang dilakukan pihaknya bersama Ide Next Leader (INL) untuk mencari bibit -bibit pemimpin muda untuk dibina. “Awalnya INL ini bermula dari Jawa Tengah. Tadi sudah terbentuk Sumut. Minggu depan di Papua. Kami berharap ini akan semakin berkembang. Sehingga calon pemimpin muda berbakat yang selama ini tersembunyi dan tidak punya akses punya kesempatan,” ujarnya.
Hokkof Situngkir menambahkan, keberadaan INL diharapkan menjadi energi baru bagi kaum muda. INL sendiri saat ini terus bergerak mengumpulkan influence. INL sendiri metupakan foundation atau yayasan. Bukan perusahaan yang mencari keuntungan.
“INL bergerak di bidang sosial. Sekolah kepemimpinanlah. Saat ini ada sekitar 200 orang yang sudah tergabung dari kalangan profesional. Tidak ada dari partai. Mereka di didik oleh mentor yang sudah ahlinya. Setelah mampu mereka akan dikenalan kepada pihak – pihak BUMN untuk membuat jaringan,” pungkas pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif  INL.(eza)