ACEHNEWS

Sekitar 45 Persen Kepsek Di Aceh Singkil Tidak Memenuhi Syarat

SINGKIL, akses.co – Salah satu persyaratan menjadi kepala sekolah yaitu memiliki sertifikat cakap kepala sekolah sesuai dengan perintah Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Tetapi tampaknya di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, masih banyak kepala sekolah yang belum memenuhi persyaratan terkhusus sertifikat cakap tersebut.

Sesuai dengan hasil wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil Khalilullah, masih ada sekitar 45 persen kepala sekolah di Aceh Singkil yang belum memenuhi persyaratan.

“Berdasarkan data hasil mutasi terakhir tahun 2018, bahwa kepala sekolah yang di angkat memiliki persentase memenuhi persyaratan sesuai permendikbud sekitar 55 persen, sisa nya masih belum memenuhi persyaratan”, Ungkap Khalilullah, Sabtu (5/9/2020).

Menurutnya, persyaratan yang paling banyak dilanggar antara laiin belum memiliki sertifikat cakap, kemudian ada juga yang belum memiliki sertifikat pendidik, disamping itu ada juga yang lain yaitu pangkat atau golongan.

“Sebenar nya 2 tahun terakhir kita sudah menyiapkan anggaran untuk melaksanakan diklat tersebut, namun karena secara teknis banyak hal yang belum bisa terlaksana sampai saat ini”, Tambahnya.

Termasuk tahun 2020 kita sebenarnya sudah anggarkan untuk melaksanakan diklat, namun karena adanya pandemi COVID sehingga untuk pelaksanaan diklat sampai saat ini masih kita tunda, Lanjutnya.

Sampai saat ini, katanya, kita baru menyiapkan atau menyeleksi secara administrasi seluruh calon peserta diklat dan calon peserta pengawas sekolah yang saat ini sudah kita siapkan.

Khalilullah mengakui bahwa sebenarnya memang beberapa tahun terakhir sudah ada ancaman dari kemendikbud dimana apabila terdapat kepala sekolah yang tidak memenuhi syarat maka tidak dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan dana yang diterima oleh sekolah baik Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan dana lainnya.

“Ini akan mnjadi PR bersama, karena menyangkut dengan syarat ini adalah tanggung jawab pemerintah daerah melalui disdikbud”, Kata Khalil.

Ia berharap pandemi COVID cepat berakhir sehingga anggaran ditahun 2022 sudah bisa dianggarkan lagi dan sudah bisa dilaksanakan diklat. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.