Sebelumnya Dinilai Oke, Sharif Mukhammad Tiba-Tiba Didepak

Sharif Khamayuni Mukhammad. (instagram/psmsmedanofficial)
Sharif Khamayuni Mukhammad. (instagram/psmsmedanofficial)

akses.co – Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman yang sebelumnya menyebutkan tertarik dengam performa Sharif Khamayuni Mukhammad, membuat keputusan mengejutkan. Djanur-sapaannya-mendepak gelandang bertahan berpaspor Afghanistan itu dari skuad Ayam Kinantan.

Kabar pencoretan namanya dari bidikan PSMS awalnya didapat setelah nama pemain kelahiran Makhachkala, Rusia, 21 Maret 28 tahun silam itu tidak ikut dalam rombongan PSMS Medan yang berangkat pemusatan latihan di Yogyakarta, Rabu (28/2/2018) sore.

Dilansir pojoksumut.com, Djanur membenarkan kabar itu. Dia mengakui, pencoretan Sharif dari daftar bidikan sudah final. Mantan pelatih Persib Bandung itu menjelaskan, penilaian akhir kepada Sharif dilakukan saat lawan Semen Padang, Selasa (27/2/2018) sore di Stadion Baharuddin Siregar, Lubukpakam (skor imbang 1-1).

“Ya kemarin itu 2×45 menit, saya mainkan cukup menilai secara keseluruhan dan buat kesimpulan bahwa dia enggak (cocok di skuad PSMS). Enggak perlu saya rinci. Tapi yang pasti enggak sesuai ekspektasi,” bebernya.

Tapi Djadjang mengatakan, Sharif belum pulang ke negaranya dan masih berada di Medan. “Tidak ikut rombongan atau belum pulang. Kapan balik ke negaranya, nanti agennya yang atur. Tadi masih di Medan,” ungkapnya.

Namun, Djanur memastikan dengan sisa satu slot pemain Asia pihaknya akan memasukkan satu pemain pengganti. “Besok (pemain baru) sudah datang. Namanya? nanti saja ya kalau sudah sampai,” ungkapnya.

Djanur sendiri mempersilahkan siapapun mengkritiknya perihal merekrut pemain. Mulai dari tudingan membeli kucing dalam karung, mengingat Sharif bukan satu-satunya pemain asing yang dianggapnya oke namun belakangan dicoret.

Sebelumnya ada pemain asal Uzbekistan, Gulom Urunov dan Kwon Young Jin asal Korea Selatan yang performanya tidak menarik hati Djanur. “Oh silahkan kritik saja. Bebas, mau kritik silahkan pelatih dianggap ternyata memilih pemain yang salah-salah saja. Ya namanya kita tidak bisa pilih langsung, kita harus lihat dulu, ya seperti ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelum didepak, mantan pilar klub Anzhi Makhachkala itu baru berada di Medan selama delapan hari, setelah tiba di Medan 20 Februari 2018 lalu. Dia juga sempat memperkuat PSMS saat melakoni laga uji coba kontra Putra Buana akhir pekan lalu, pertandingan yang dimenangkan tipis oleh PSMS, 1-0.

Sebelumnya, Djanur langsung memberikan penilaian positif terhadap performa Sharif. “Kalau ditanya kesan pertama, tentu saya terkesan, walaupun ada kendala kondisi fisik, karena baru tiba (di Medan). Tapi itu biasa. Secara teknis dan visi bermain, saya cukup terkesan. Dia seorang yang fighter. Cukup cekatan dalam merebut bola. Umpan-umpannya juga bagus,” kata Djanur, Kamis (22/2/2018). (sam)

Artikel Terkait