Sebanyak 120 Lapak PKL Pasar Pringgan Rata Dengan Tanah

akses.co – Sebanyak 120 lapak jualan milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Pringgan, tepatnya di Jalan D I Panjaitan dibongkar tim penertiban Pemko Medan, Rabu dini hari (24/1/2018). Meskipun adanya upaya penghadangan dan perlawanan yang dilakukan pedagang, penertiban berjalan maksimal.

Dalam waktu dua jam lebih, lapak dagangan milik pedagang rata dengan tanah. Satu unit alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan diturunkan untuk memudahkan pembongkaran. Sumpah serapah, cacian, makian, dan juga upaya penghadangan mewarnai penertiban tersebut. Bahkan, salah satu pedagang harus digotong karena pingsan saat meluapkan emosinya.

Namun, upaya dilakukan pedagang sia-sia. Penertiban tetap berjalan. “Sudah sebulan para PKL ini diingatkan untuk pindah berjualan ke dalam pasar. Tapi, tidak diindahkan. Makanya, ditertibkan. Selanjutnya, kami akan tata kawasan ini,” ungkap Camat Medan Baru, Chandra Simbolon di sela – sela penertiban.

Dia menjelaskan, para PKL ini hanya berjumlah 120 orang. Sementara di dalam pasar tersebut ada 300 pedagang. Selain itu, Pasar Pringgan tersedia 600 lebih kios. “Artinya di Pasar Pringgan masih tersedia kios berjualan. Tidak mungkin pedagang yang di dalam mengalah dan berjualan di luar karena mereka. Makanya, mereka yang harus berjualan di dalam,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lapak berjualan bagi PKL di dalam Pasar Pringgan. Tempat tersebut jauh lebih layak dari tempat mereka berjualan saat ini. “Mereka ditertibkan agar mereka berjualan di dalam pasar, bukan ditempat yang tidak dibenarkan. Tempatnya jauh lebih layak. Bahkan, jumlah kios yang tersedia mampu menampung semua PKL. Ada 600 kios dan 300 kios yang sudah ditempati,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan mengatakan, penertiban ini dilakukan karena pedagang berjualan di tempat yang tidak dibenarkan. Selain itu, sudah ada himbauan dilakukan agar segera mengosongkan tempat. Selain itu, para PKL juga sudah diberikan tempat berjualan yang baru. “Selanjutnya tempat ini akan dijaga agar pedagang tidak kembali berjualan. Penjagaan juga disertai penataan oleh pihak kecamatan dan kelurahan. Kawasan ini tidak dibenarkan berjualan. Sebab, mereka sudah disediakan lokasi berjualan yang baru yang lebih layak, yakni di dalam Pasar Pringgan,” pungkasnya. (eza)

Artikel Terkait