SINGKIL

Sangat Memotivasi, Perjuangan Guru Bak Pahlawan Untuk Pendidikan Di Aceh Singkil

SINGKIL, akses.co – Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, istilah itu sering dinobatkan kepada para guru yang berjuang untuk pendidikan.

Istilah tersebut memang layak untuk di hadiahkan kepada para guru – guru di Indonesia. Berkat kerja keras mereka dalam medidik anak – anak bangsa.

Terkadang kita tidak mengetahui dibalik senyum para guru di sekolah, ada segunung perjuangan yang harus mereka lalui agar sampai ke sekolah demi mendidik murid – muridnya.

Seperti usaha dan perjuangan para guru UPTD SPF SDN Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil ini.

Bak Pahlawan, dibalik ramah tamah dan senyum ikhlas yang mereka hadiahkan kepada para murid mereka saat mengajar disekolah, ternyata ada perjuangan besar yang mereka lalui terlebih dahulu agar sampai ke sekolah.

Disaat tamu tahunan banjir hadir seakan menghambat jalan mereka menuju ke sekolah, para guru itu tetap teguh melewati genangan air yang panjangnya kiloan meter demi dedikasi untuk dunia pendidikan di Aceh Singkil.

Tentu saja terkadang ada rasa khawatir yang dialami saat melewati genangan air yang tidak menutup kemungkinan dapat membahayakan mereka, namun niat mendidik para guru ini tidak luntur.

Terkadang para guru ini harus melewati banjir dengan menggunakan kendaraan roda dua, sudah tentu kendaraan yang mereka gunakan sering bermasalah akibat itu.

Terkadang juga, para guru ini melewati banjir dengan rakit, sudah tentu juga ada biaya tambahan untuk sewa rakit itu.

“Karena banjir ini sering terjadi, maka kami punya inisiatif untuk mengumpul dana dari PNS melalui dana sertifikasi dan BTT”, Kata Kepala Sekolah UPTD SPF SDN Teluk Rumbia Irmansyah, Jum’at (15/1/2021).

Dilanjutkan, nanti dana nya kita tarik saat terjadi banjir seperti ini untuk biaya transportasi tenaga honorer.

Dia juga mengatakan bahwa sekali penyeberangan itu dikenakan biaya Rp 10.000 per orang.

“Biasanya guru kita yang menyeberang itu paling banyak sekitar 15 orang terdiri dari honorer dan PNS”, tuturnya.

Salah satu guru UPTD SPF SDN Teluk Rumbia Nurhayati yang terpaksa menempuh jalan saat terjadi banjir berharap agar pemerintah dapat memperbaiki jalan.

“Harapannya, jalan ini dapat diperbaiki dan sekolah nya dapat dilakukan penimbunan agar anak – anak tidak terganggu belajar”, Kata dia.

Untuk banjir ini, sambungnya, dalam satu tahun bisa jadi empat kali, lamanya banjir terkadang sampai 2 minggu kalau di jalan, dan di sekolah kadang sampai 3 minggu.

Dia juga menjelaskan saat banjir terjadi di sekolah, jika masih bisa di lakukan proses belajar mengajar pihaknya tetap melakukan.

“Tetapi jika kelas sampai terendam, maka terpaksa sekolah kami liburkan”, tutupnya. (S.Munthe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.