SINGKIL

Saat Pandemi, Pengusaha Cupang Hias Ini Raup Hasil Hingga Rp 5 Juta Per Bulan

SINGKIL, akses.co – Disaat Pandemi COVID-19 melanda dunia, tidak terlepas Negara Indonesia dan bahkan Kabupaten Aceh Singkil juga terdampak atas bencana virus tersebut.

Dampak pandemi tersebut cukup mengganggu perekonomian masyarakat di daerah ini, banyak pendapatan masyarakat yang menurun drastis.

Walau demikian, tidak termasuk seorang Pegawai Swasta salah satu Perusahaan Perkebunan Sawit di Aceh Singkil ini. Selain menjadi pegawai swasta, Ia juga mendedikasikan dirinya fokus untuk merintis usaha ternak ikan cupang hias dikediamannya Desa Gosong, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil.

Benar, usaha tidak pernah menghianati hasil, berangkat dari sekedar hobi, saat ini usaha ikan cupang hias yang ia tekuni tersebut mendrongkak penghasilan hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

“Saya mulai usaha ikan cupang hias ini sekitar tahun 2018 akhir”, Kata Zumhari Akmal saat ditemui awak media, Sabtu (12/12/2020).

Pertama saya beli 5 pasang indukan, lanjutnya, dan saya kembangbiakkan tetapi gagal. Kemudian saya coba lagi dan coba saya kembangbiakkan atau dikawinkan indukkan itu alhamdulillah mulai berhasil sampai saat ini.

Untuk saat ini, semuanya sekitar 2000 ekor ikan cupang hias yang ada, jelasnya.

Dilanjutkan, untuk penjualan kita banyak melalui media sosial, pelanggan banyak dari Banda Aceh dan Aceh Singkil ada juga.

Untuk jenis yang saya ternak, imbuhnya, saat ini ada beberapa macam seperti jenis murmo, koi, halmun, halmun nemo, halmun koi, black series, avatar gordo, nemo koi.

Saat ditanya penghasilan penjualan ikan hias ini disaat pandemi Covid-19, ia mengatakan malah setelah adanya pandemi ini penghasilan cukup kumayan.

“Sebelumnya sekitar Rp 1,5 Juta hingga Rp 2 Juta per bulan, tetapi sekarang dari Rp 4,5 juta sampai Rp 5 juta per bulan”, urainya.

Saya sebenarnya rutinitas sehari – hari kerja sebagai pegawai swasta, jadi setelah pulang kerja baru saya sempatkan waktu untuk merawat ikan-ikan ini, tuturnya.

Untuk pemasaran diluar sumatera, terangnya, permasalahnya dari pengiriman, karena belum ada tempat karantina di daerah.

Zumhari kemudian berharap agar kedepan di Aceh Singkil akan lebih banyak lagi penghobi ikan hias.

Ridwan salah satu pembeli saat ditanya awak media mengatakan ia mulai suka ikan cupang saat Zumhari berjualan ikan cupang hias, karena menarik dan warna-warna nya bagus serta banyak jenisnya.

“Tadi saya beli jenis nemo”, sambungnya.

Selain disini, imbuhnya, kadang saya nyari ke subulussalam.

Saat ditanya harga yang dijual di tempat itu, ia mengatakan bervariasi.

“Harga yang biasa dijual disini mulai dari harga Rp 70 Ribu hingga Rp 500 Ribu”, tandasnya. (SM)

Comments
To Top