AKSESNESIA

Warga Keluhkan Truk Berbadan Besar Dibiarkan Melintasi Kawasan Martubung

akses.co – Mobil-mobil truk berbadan besar yang sarat dengan muatan dibiarkan melintasi kawasan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Masalah itu banyak dikeluhkan warga saat reses 2019 DPRD Medan daerah pemilihan (Dapil) V, Mulia Asri Rambe, Minggu (27/1/2019).

Joni Siahaan, Warga Griya Martubung misalnya. Joni mengeluhkan tentang rusaknya jalan di kawasan Martubung. Karena jalan itu kerap dilalui mobil-mobil truk dengan sarat muatan atau tonase yang tidak sebanding dengan kualitas jalan. Akibatnya, jalan di kawasan itu rusak yang menghambat akses jalan warga sekitar.

“Kami heran, kenapa mobil truk dengan muatan banyak dibiarkan saja melintasi kawasan itu. Akibatnya, jalan jadi rusak. Masyarakat juga yang dirugikan. Selain itu, jalanan jadi berdebu dan itu dibiarkan begitu saja sampai sekarang,” ungkapnya saat reses 2019 DPRD Medan, Mulia Asri Rambe itu.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lain yang hadir dalam pelaksanaan reses I anggota DPRD Medan tersebut. Dimana masih banyak jalan yang berlubang, sedang di bagian lain banyak pula jalan yang masih bagus tapi sudah diperbaiki.

Menanggapi hal itu, Mulia Asri Rambe mengungkapkan akan terus mendesak pihak terkait agar secepatnya menyelesaikan persoalan jalan rusak tersebut.

Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Beyek ini menambahkan, yang paling utama pihak akan mendatangi pengusaha yang ada di daerah itu. Karena membiarkan mobil truknya melintasi jalan diatas kemampuan atau daya tahan badan jalan tersebut.

“Kita mendesak Pemerintah kota (Pemko) Medan agar dapat bekerjasama dengan para pengusaha yang menggunakan mobil truk itu. Agar bisa membantu menyesaikan jalan yang rusak akibat dilalui truk- truk dengan tonase yang berat tersebut,” papar Bayek.

Reses 2019 DPRD Medan : Pembangunan Infrastruktur Terkendala Anggaran

Dinas Perkim kota Medan sendiri menilai tidak ada pembatasan/priorioritas masalah pembangunan. Hanya saja mungkin terbentur dengan masalah terbatasnya anggaran.

“Tidak ada istilah priorioritas dalam pembangunan. Sebab semua pembangunan tersusun dalam Musyawarah
Rencana Pembangunan (Musrenbang). Hanya kenapa jalan yang rusak tersebut belum juga diperbaiki mungkin terbentur masalah anggaran,” ujarnya. (din)

close

Halo đź‘‹
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.