Preview Leg 2 Persija-PSMS: Mission Impossible?

Skuat PSMS Medan saat latihan pagi di Stadion Manahan Solo, persiapan menghadapi Persija Jakarta. (instagram/psmsmedanofficial)
Skuat PSMS Medan saat latihan pagi di Stadion Manahan Solo, persiapan menghadapi Persija Jakarta. (instagram/psmsmedanofficial)

akses.co – Peluang PSMS Medan bisa melaju ke final Piala Presiden 2018 cukup sulit. Pasalnya usai kalah telak 1-4 atas Persija Jakarta di leg pertama, Sabtu (10/2/2018) malam lalu, PSMS harus kembali melakoni leg kedua, Senin (12/2/2018) siang. Bermodalkan semangat militansi, pasukan Ayam Kinantan diharapkan mampu memberikan hasil maksimal kendati bakal melakoni “Mission Impossible”.

Seperti dalam film dengan judul Mission Impossible, menceritakan seorang agen yang mengemban sebuah misi yang sulit atau hampir mustahil bisa diselesaikan. Namun kepiawaian Ethan Hunt, tokoh utama pada film aksi tersebut akhirnya sukses menuntaskan misi yang diamanahkan padanya.

Kondisi sulit ini disadari betul oleh Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurjaman. Namun kata dia, semangat pantang mundur harus selalu menyertai pemain PSMS Medan. Apa lagi dalam sepakbola, tidak ada yang tidak mungkin. Terlalu dini menurutnya jika harus menyerah sebelum bertanding.

“Harus menang 4-0 untuk lolos. Ini harus diakui misi yang sangat berat. Memenangkan pertandingan dengan skor yang cukup telak. Walaupun begitu, kami masih punya tekad untuk bertanding semaksimal mungkin. Karena tidak ada yang tidak mungkin,” ujarnya, Minggu (11/2/2018).

Mantan Pelatih Persib Bandung ini menjelaskan pertandingan harus dimaksimalkan, meski berhadapan dengan fakta lainnya yang tidak mendukung, yaitu waktu recovery yang singkat.

“Kami sama-sama kelelahan, waktu recovery tidak ideal, hanya satu hari, jauh dari ideal. Namun, saya yakin Persija berbeda dibanding kami, karena baru saja memenangkan pertandingan dengan cukup telak. Persija pasti di atas kami,” jelas pelatih yang akrab disapa Djanur ini mencoba menganalisa.

Ditambah lagi kata Djanur, Persija tim yang sangat solid dan tidak banyak berubah skuadnya dengan tahun lalu. “Striker mereka (Marko Simic) cukup menonjol di Liga Indonesia,” sebutnya.

Memang, Marko Simic menjadi momok menakutkan bagi PSMS Medan, melesakkan tiga gol ke gawang Abdul Rohim, Sabtu (10/2/2018) malam lalu.

Soal strategi untuk melawan Macan Kemayoran, Djanur enggan membeberkan. Tapi dia memastikan akan ada perubahan di susunan starting eleven dan gaya permainan timnya.

“Walaupun peluang tipis, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Kami tidak mungkin menunggu menyerang dengan counter attack. Yang pasti kami ingin menyerang, ingin mencetak gol dan ingin menang, terlepas berapa gol yang akan tercipta,” ucapnya.

Djanur fokus ingin memperbaiki mental Legimin Raharjo dkk yang luluh lantak oleh pasukan Persija. “Tadi malam kami kalah karena mental. 15 menit tiga gol itu tidak boleh terjadi. Kami merasa yang harus dibenahi soal mental. Yang pasti lebih fokus soal treatment (mental),” bebernya.

Pelatih Kepala Persija Jakarta, Stefano (Teco) Cugurra, mengatakan, kendati unggul dengan margin tiga gol atas PSMS Medan, tim asuhannya tidak akan tampil bertahan.

“Kami harus lihat kondisi dari pemain, kami harus diskusi siapa yang paling siap. Kami bawa 24 pemain tapi kami lihat siapa yang paling siap. Kami tidak mau bertahan dan punya karakter diri tim,” kata Teco dalam jumpa pers sebelum laga, Minggu (11/2/2018), dilansir tribunnews.com.

“Kami punya satu latihan untuk melihat kondisi pemain, kami bisa lihat pemain yang paling bagus untuk besok, dan yang kurang maksimal, tapi itu semua tujuannya buat tim,” ungkapnya. Sanggupkah pilar PSMS menjadi sosok Ethan Hunt? Publik Sumut tentu berharap bisa melihat PSMS tampil di final. (sam)

Artikel Terkait