Beranda POLITIK Zuhairian Syahputra, Caleg Muda Golkar yang Bekerja untuk Umat di Simalungun

Zuhairian Syahputra, Caleg Muda Golkar yang Bekerja untuk Umat di Simalungun

BERBAGI
Zuhairian Syahputra, Caleg No 9 dari Partai Golkar, untuk DPRD Kab Simalungun.
Zuhairian Syahputra, Caleg No 9 dari Partai Golkar, untuk DPRD Kab Simalungun.

SIMALUNGUN, akses.co – Kabupaten Simalungun adalah salah satu kabupaten yang majemuk masyarakatnya. Pemilu Legislatif 2019, merupakan momentum untuk mendapatkan wakil rakyat dengan visi bekerja bagi rakyat dan umat di Simalungun. Zuhairian Syahputra, S.Pd, menjadi satu sosok harapan untuk mewujudkan itu di tanah Habonaron Do Bona.

“Dengan latar belakang pendidikan dan organisasi yang saya memiliki, menjadi bekal berbuat untuk buat Kabupaten Simalungun, terkhusus di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kecamatan Tapian Dolok, Kecamatan Gunung Maligas, dan Kecamatan Siantar,” kata Zuhairian, yang merupakan caleg dari Partai Golkar Nomor Urut 9 untuk DPRD Simalungun, Selasa (11/12/2018).

Menurutnya alumnus Universitas Negeri Medan (Unimed) ini, dengan berpolitik, dirinya bisa langsung berperan aktif langsung, dalam membuat kebijakan dan peraturan yang menjadi kebutuhan masyakatar Simalungun. “Saya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat dan umat di Simalungun. Saya ingin menjadi pembantu masyarakat dan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat dan umat. Bukan menjadi seorang pencuri mengatasnamakan masyarakat,” kata Heri, sapaan akrab Zuhairian.

Heri berprinsip menjadi guru di SMA 7 Muhammadiyah Serbelawan ini, mengatakan, dirinya ingin mewakili semua masyarakat lintas generasi di daerah pemilihan. Heri mengaku, dirinya memilih Partai Golkar sebagai wadah berpolitik untuk menuju kemaslahatan umat di Simalungun. Karena, Partai Golkar memiliki visi dan misi yang sama konkret bagi saya dan rakyat. “Suara Golkar, suara rakyat. Partai Golkar siap dan mampu membangun Simalungun,” katanya ayah tiga anak ini.

Heri, menambahkan, prioritasnya untuk daerah pemilihan adalah pembangunan infrastruktur. Harus diakui, dapil tersebut dikenal sebagai daerah Simalungun bawah, yang kebutuhannya kurang terpenuhi.

“Melihat kondisi di dapil saya, nyaris tidak ada pembagunan infrastruktur. Berbeda sekali dengan pembagunan Simalungun atas, yang sangat pesat. Ini adalah salah satu prioritas saya untuk masyarakat Dolok Batu Nanggar, Tapian Dolok, Gunung Maligas, dan Kecamatan Siantar,” ujar anak dari Ustadz Syamsunardi dan Umi Suprapti ini.(rih)

Comments

Komentar