Beranda POLITIK Tanpa Balon Udara, Gubsu Buka PSBD Asahan

Tanpa Balon Udara, Gubsu Buka PSBD Asahan

BERBAGI
Gubsu didamping Kadispora Baharuddin Siagian, Kadis Sosial Rajali dan Bupati Asahan, saat memasuki arena PSBD Asahan. (ist)
Gubsu didamping Kadispora Baharuddin Siagian, Kadis Sosial Rajali dan Bupati Asahan, saat memasuki arena PSBD Asahan. (ist)

akses.co – Tanpa pelepasan balon udara Gubernur Asahan bergambar dirinya, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, membuka Pagelaran Seni Budaya Daerah (PSBD) Asahan 2017, di Lapangan Simpang Sidodadi Kisaran, Senin (24/7/2017).

Dalam kesempatan itu, Gubsu mengajak 33 kabupaten/kota se Sumut untuk menciptakan agenda tahunan khas daerah masing-masing untuk menunjang pengembangan pariwisata di Sumatera Utara. Dikatakan Erry, event pariwisata baik itu seni, budaya, olahraga, kuliner dan lainnya bisa diciptakan oleh setiap daerah sesuai dengan khasanah dan kekayaan masing-masing daerah.

“Keberagaman budaya yang tergambar dari adat istiadat, pakaian, kuliner dan lainnya merupakan aset negara yang sangat potensial,” katanya.

Hadir pada pembukaan tersebut Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, Wakil Bupati Asahan Surya, Muspida Kabupaten Asahan, Wakil Walikota Tanjung Balai, Wakil Bupati Batubara dan para tokoh adat dan tokoh budaya 14 etnis.

Pada kesempatan itu Erry menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan karena seluruh penggiat seni seluruh Asahan berkesempatan hadir. Mengingat wilayah Sumut memiliki keanekaragaman budaya yang sangat berharga dan unik. Erry Nuradi kemudian menghimbau agar kabupaten/kota lainnya bisa melakukan pagelaran budaya masing-masing dan menjadi agenda tahunan.

“Apabila 33 kabupaten /kota se Sumut melaksanakan event budaya dan wisata setiap tahunnya berarti ada 3 even dalam sebulan. Saya yakin bila dikelola secara baik dan profesional maka turis mancanegara akan datang untuk melihat keberagaman setiap daerah,” kata Erry.

Sementara Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang mengatakan pengelaran Seni Budaya menampilkan 14 etnis yang terdiri dari Melayu, Karo, Simalunggun, Batak Toba, Batak Angkola/Mandailing,Nias, Pakpak, Pesisir Tapteng , Jawa,Minang, Aceh, Banjar, Cina dan India.

Katanya pergelaran seni budaya 2017 ini merupakan media dan forum kegiatan berskala regional, upaya menghayati semangat tersebut. “Keberagaman suku dan adat merupakan aset tak ternilai harganya, mampu menjadi warna prilaku saling menlengkapi dengan saling menyesuaikan. Untuk membangun Asahan kedepan,” jelasnya.

Diketahui, Pagelaran Seni Budaya Daerah 2017 tersebut dilaksanakan mulai dari tanggal 24 Juli hingga 18 Agustus 2017. (rur)

Comments

Komentar