Beranda POLITIK Realistis, Cak Imin jadi Prioritas Cawapres Jokowi

Realistis, Cak Imin jadi Prioritas Cawapres Jokowi

BERBAGI
Muhammad Ikhyar Velayati Harahap. (ist)
Muhammad Ikhyar Velayati Harahap. (ist)

akses.co – Pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai peluang Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), HM Muhaimin Iskandar (Cak Imin), masuk dalam Calon Wakil Presiden (Cawapres) prioritas untuk Pemilu 2019, menjadi isu utama di berbagai media dan masyarakat dalam minggu ini.

“Masuknya nama Cak Imin dalam 5 besar yang akan di godok oleh Jokowi sangat rasional dan logis,” ujar Ketua Aliansi Santri-Nasionalis yang merupakan Relawan Cak Imin untuk Cawapres, Ikhyar Velayati Harahap, di Medan, Senin (16/7/2018).

Dikatakan Ikhyar, Cak Imin mempuyai kelebihan elektoral, sosial dan kultural. Kelebihan tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek. Pertama Cak Imin merupakan pemimpin partai berbasis Islam pertama yang paling loyal lebih dulu mendukung Jokowi sejak pilpres 2014. Kemudian Cak Imin Mempunyai basis tradisional Islam yang besar (NU) dibanding capres lainnya. “Ketiga Cak Imin merupakan satu-satunya capres yang diusung oleh kalangan kyai di berbagai daerah dan secara politik hanya Cak Imin yang mampu menghapus stigma Jokowi anti-Islam,” kata Ikhyar.

Selain itu Cak Imin adalah tokoh muda yang bisa menjadi jembatan bagi Istana ke kalangan kyai dan ulama. Diterima semua kalangan, kelompok generasi mileneal serta punya legitimasi sosial sebagai salah seorang tokoh muda mewakili NU dalam gerakan reformasi 1998.

“Cak Imin mempunyai banyak kelebihan sebagai cawapres Jokowi dan punya potensi memenangkan kontestasi Pilpres 2019,” kata Ikhyar yang juga merupakan Ketua DPW PKNU Sumut.

Jika Bukan Cak Imin

Tetapi kelebihan dan potensi Cak Imin untuk mendampingi Jokowi bergesekan dengan kepentingan politik partai koalisi dalam jangka pendek dan jangka panjang, khususnya PDIP. Kenapa ? pertama Cak Imin di anggap pesaing dalam pilpres dan pileg 2024, Bagi PDIP suksesi capres ke depan di harapkan berasal dari kader PDIP yaitu Puan Maharani. Ikhyar melanjutkan, kontestasi capres/cawapres 2019 sangat berkaitan langsung atau bersinergi dengan peningkatan suara Parpol dalam pileg 2019.

“Karena itu PDIP dan parpol koalisi lainnya sangat berkepentingan agar Cawapres berasal dari non-parpol tetapi sekaligus juga bisa menjembatani calon capres/cawapres tersebut ke ulama dan akar rumput umat Islam. Oleh karena itu maka nama Mahfud MD dan KH Ma’ruf Amin menjadi pilihan utama cawapres Jokowi . Dan hal itulah yang menjadi alasan utama kenapa PDIP, PPP’ Hanura sangat bersemangat menghempang Cak imin sebagai Cawapres Jokowi,” tegas Ikhyar.

Menurut analisa Ikhyar jika bukan Cak Imin yang menjadi cawapres Jokowi maka dipastikan akan kalah. Apalagi, jika proposal capres PDIP diterima oleh Jokowi. “Maka itu saya mengimbau Parpol dan elit politik untuk berpikir jangka panjang demi keberlanjutan pembangunan serta menahan ego dan tidak pragmatis. adi usulan atau proposal untuk memaketkan Jokowi -Mahfud MD atau Jokowi -KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 merupakan proposal Jokowi satu periode,” pungkasnya. (rur)

Comments

Komentar