Beranda POLITIK Poling RK, Syamsul Tempel Erry

Poling RK, Syamsul Tempel Erry

BERBAGI
Syamsul dan Erry saat bertemu beberapa waktu lalu. (int)
Syamsul dan Erry saat bertemu beberapa waktu lalu. (int)

akses.co – Poling yang dilakukan Rumah Konstituen (RK), menunjukkan Syamsul Arifin berada pada urutan kedua dengan angka 12,3%. Meski demikian, petahana (Gubsu, Tengku Erry Nuradi) masih diunggulkan Netizen.

“Hal ini unik, mengingat Syamsul Arifin, mantan Gubernur Sumatera Utara itu masih memiiki kans yang cukup baik meskipun dia pernah tersangkut kasus hukum. Untuk sementara, bisa dianggap Syamsul Arifin yang menjadi pesaing kuat Petahana yang masih unggul dengan angka 23,5%,” kata Nurul Yakin Sitorus, Manajer Program Literasi Politik Rumah Konstituen, kemarin.

Ia menambahkan, poling yang menjadikan netizen (pengguna media sosial) sebagai sasaran responden itu telah dimulai sejak pekan lalu. Dia mengingatkan publik agar tidak menjadikan hasil sementara itu sebagai acuan mengambil kesimpulan, sebab masih terlalu dini.

“Secara teknis, sistem di media sosial kami menunjukkan kuesioner poling masih menjangkau 2000-an orang, sementara tanggapan baru diperoleh kurang dari 300 responden,” tambahnya.

“Tentu sifatnya fluktuatif, dan kami akan terus mengupdate perkembangannya di linimasa kami di www.facebook.com/rumahkonstituen,” terang Nurul.

Dalam kesempatan yang sama, Eko Marhaendy, Direktur Eksekutif Rumah Konstituen, turut menjelaskan tujuan poling ini dilakukan, termasuk alasan dijadikannya Netizen sebagai sasaran responden. “Tujuan kami sebenarnya ingin memetakan masalah dan merumuskan solusi terbaik yang bisa direkomendasikan kepada siapapun yang memimpin Sumatera Utara pada masa mendatang” jelasnya.

Eko juga menjelaskan bahwa poling yang dilakukan Rumah Konstituen merupakan program literasi politik, tujuannya untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat luas, paling tidak dengan cara mengenali vigur yang mereka pilih sebagai pemimpin.

“Kami memilih Netizen sebagai sasaran responden mengingat kelompok itu yang lebih mudah dijangkau untuk tahap awal. Lagipula bukan jumlah yang kecil, karena menurut laporan APPJI, terdapat 3,5 juta pengguna internet di Sumatera Utara, 25 persen dari 13,76 juta total populasi di provinsi ini,” terang Eko.

Menurut penjelasan Eko, poling yang dilakukan Rumah Konstituen ingin menjangkau 16.000 netizen dengan target 4.000 tanggapan dari responden. Selain memanfaatkan relawan untuk mendorong pengisian kuesioner, target itu juga akan dicapai dengan memanfaatkan iklan facebook.

“Kami berharap para Netizen berusia 18 tahun ke atas penduduk Sumatera Utara yang belum mengikuti poling ini agar turut berpartisipasi demi mendapatkan solusi bagi masa depan Sumatera Utara yang lebih baik,” pungkasnya. (rel/red)

Comments

Komentar