Beranda PERISTIWA Meutya Dukung Kampanye PBB Perangi Ujaran Kebencian

Meutya Dukung Kampanye PBB Perangi Ujaran Kebencian

BERBAGI
Meutya Hafid, Anggota DPR RI asal Sumatera Utara dari Partai Golkar.
Meutya Hafid

MEDAN, akses.co – Politisi Partai Golkar, Meutya Hafid, menyambut baik kampanye global Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) untuk memerangi ujaran kebencian (hate speech). Dia pun berharap Indonesia menjadi bagian penting dalam PBB untuk sama-sama menekannya.

“Kita mendukung sekali. Ujaran kebencian itu ibarat virus, juga berbahaya. Seperti penyakit yang berpotensi membuat kebencian antar sesama,” kata Meutya, Selasa (26/2/2019).

Anggota Komisi I DPR RI ini, menyebutkan di Indonesia misalnya, dalam kerangka kebangsaan ujaran kebencian dapat berpotensi memecah belah dan mengganggu persatuan. Dalam kerangka beragama, juga dapat mengganggu kerukunan antar umat beragama yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Menurut Meutya, pemerintah harus serius melawan hoax dan ujaran kebencian, terutama yang ingin memecah belah bangsa dan merusak semangat kebhinnekaan.

Meutya yang dalam beberapa tahun terakhir masif melakukan sosialisasi anti hoax, menambahkan, dirinya sangat menyayangkan ujaran kebencian dimanfaatkan dalam ranah demokrasi.

“Ini menjadi masalah kita semua. Maka itu butuh kebersamaan untuk menghempang eksistensi ujaran kebencian. Saya juga meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap banyaknya akun-akun di media sosial yang berisi hoax dan ujaran kebencian,” kata Meutya.

Sebelumnya, Sekjen PBB Antonio Guterres meluncurkan kampanye global untuk memerangi ujaran kebencian yang sekarang tumbuh menjadi sebuah momok. Ujaran kebencian telah menjadi tantangan serius, sama seperti isu migrasi.

“Kebencian telah bergerak dengan cepat dalam sistem demokrasi liberal dan otoriter. Sejumlah partai politik dan para pemimpin mencontek ide-ide melalui jari-jari dan menjadikannya propaganda serta kampanye pemilu,” kata Guterres, dalam pidatonya di sidang rutin tahunan Dewan HAM PBB, di Jenewa, Swiss, seperti dikutip dari tempo.co.

Menurut Guterres, pemerintah di berbagai belahan dunia mulai khawatir rasis dan ujaran kebencian telah membuat suasana politik menjadi keruh. Prancis dan Jerman pada beberapa pekan terakhir bahkan telah memberikan sinyalemen kekhawatiran mereka atas bangkitnya anti-semitisme yakni sikap permusuhan atau prasangka terhadap suatu kaum.

Guterres meyakinkan dia bersama para diplomat veteran PBB lainnya akan menetapkan sebuah sistem strategi dan menghadirkan sebuah langkah nyata dalam memerangi ujaran kebencian. “Kami telah melihat bagaimana debat pada mobilitas kemanusiaan telah diracuni oleh berita-berita bohong contohnya pada isu pengungsi, migrasi, terorisme dan mata-mata yang menimbulkan penyakit di banyak masyarakat,” kata Guterres.
(rel/rih)

Comments

Komentar