Beranda POLITIK Golkar Dikritik, Menomorduakan Ngogesa Lemahkan Kader

Golkar Dikritik, Menomorduakan Ngogesa Lemahkan Kader

BERBAGI
Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu (kiri) memberikan berkas pendaftaran bakal calon Gubsu ke PDIP Sumut yang diterima Japorman Saragih. (ist)
Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu (kiri) memberikan berkas pendaftaran bakal calon Gubsu ke PDIP Sumut yang diterima Japorman Saragih. (ist)

akses.co – Keputusan Partai Golkar mengusung Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu, menjadi pasangan calon Gubsu dan Wagubsu, dikritik kadernya. Mereka tidak puas, karena Ketua Partai Golkar Ngogesa Sitepu, hanya dijadikan sebagai calon Wagubsu.

Seorang kader Partai Golkar Sumut Hardi Mulyono, menuliskan rasa kekecewaannya terhadap keputusan DPP Partai Golkar yang menetapkan T. Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu, menjadi pasangan, melalu WhatsApp (WA), Rabu (23/8/2017).

Hardi Mulyono, adalah kader Partai Golkar Sumut. Dia pernah menjadi anggota DPRD Medan dua periode, Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Sumut 2010 – 2013 dan Sekretaris Partai Golkar Sumut 2010 – 2012. Hardi, menyebutkan keputusan menetapkan Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu, menjadi pasangan calon Gubsu adalah dosa politik keempat terbesar Ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) sejak dia menjadi Ketua Umum.

Dosa pertama, menurut Hardi, adalah ketika Setnov umumkan Partai Golkar akan usung Jokowi di Pilpres 2019. Dosa kedua adalah ketika Setnov, mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilgub DKI Jakarta, dan dosa ketiga ketika dia mendukung hak angket DPR RI terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‘’Dan dosa politik ke empatnya adalah ketika dia (Setnov) jadikan Ngogesa Sitepu, jadi calon Wagubsu,” tulis Hardi di WA.

Menurut Hardi, menjadikan Ngogesa Sitepu, menjadi calon Wagubsu sama saja dengan menurunkan kredibilitas Partai Golkar di Sumut. Karena Ngogesa, yang merupakan Ketua Golkar Sumut dan juga Bupati Langkat dua periode, sudah sangat layak dicalonkan menjadi Cagubsu.

Partai Golkar, kata Hardi, harus berani mengambil keputusan strategis menjadi orang nomor satu untuk dicalonkan menjadi Gubsu. Karena Golkar adalah pemenang Pemilu di Sumut, dengan perolehan 17 kursi di DPRD Sumut.
Kata Hardi, Ngogesa Sitepu juga punya basis massa besar tersebar hampir di sepanjang wilayah Leuser.

“Apalagi lebih dari setengah kepala daerah kab/kota di Sumut adalah Golkar. Itu semua potensi mesin partai yang bisa digerakkan untuk memenangkan Cagubsu di wilayah masing-masing,’’ katanya.

Menjawab pertanyaan, Hardi, menyebutkan kecewa kalau Ngogesa Sitepu, merasa cukup puas hanya menjadi Cawagubsu. ‘’Alasannya sudah saya katakan di atas. Yang paling penting, ini akan menghilangkan semangat para kader untuk ‘berjuang.’ Karena ketua partai besar (Golkar) yang sangat potensial hanya dijadikan nomor dua,” katanya. (wan)

Comments

Komentar