Beranda POLITIK Edy: Alokasi Anggaran untuk Heritage perlu Dimaksimalkan

Edy: Alokasi Anggaran untuk Heritage perlu Dimaksimalkan

BERBAGI

akses.co – Momen hari libur dimanfaatkan calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beserta istri Nawal Lubis mengunjungi Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani Medan Minggu (18/03/2018).

Tak hanya ingin melihat salah satu wisata Haritage di Kota Medan, Edy dan istri juga berkesempatan menikmati lontong pecal bersama-sama para pengunjung Rumah Tjong A Fie.

Liburan di hari minggu pun seakan berubah seperti layaknya acara silaturahmi bersama warga Medan. Pasalnya memang setiap hari minggu objek wisata Rumah Tjong A Fie ramai dikunjungi masyarakat. Mereka juga saling berebutan salam dan juga poto bersama.

“Kalau saya dulu sudah pernah poto-poto di atas, “ujar Nawal Lubis bercerita bersama warga saat hendak masuk ke rumah Tjong A Fie.

Sementara itu Edy Rahmayadi tampak menikmati pecel lontong dan rujak. Edy pun mengaku sengaja tak makan saat menghadiri undangan agar dapat menikmati pecel lontong dengan suasana kediaman Tjong A Fie yang bersejarah.

“Tentu sangat mendukung wisata-wisata Haritage di Sumut khususnya di Medan tetap terpelihara dengan baik. Karena ini merupakan wisata sejarah yang tentunya harus diketahui para generasi muda kita, “ujar Edy.

Edy menambahkan, karena banyak bangunab bersejarah ada di kab/kota, Pemerintah Provinsi Sumut harus berani menyediakan anggaran untuk membantu kab/kota merawat dan melestarikan sejarah tersebut. “Pemerintah provinsi ke depannya perlu mengalokasikan anggaran untuk heritage. Karena sejarah yang dijaga, adalah ciri Sumut yang bermartabat,” ungkapnya.

Seperti diketahui gedung Rumah Tjong A Fie merupakan bangunan bersejarah dan merupakan bangunan cagar budaya Kota Medan berdasarkan UU Cagar Budaya No 11 Tahun 2010 dan Perda Kota Medan No 2 Tahun 2012.

Tjong A Fie sendiri merupakan saudagar kaya asal Tiongkok yang dulunya tinggal di Medan, sekaligus menjadi tokoh yang sangat dihormati oleh pemerintah Belanda dan Sultan Deli.

Rumah Tjong A Fie memiliki perpaduan antara aksitektur Tiongkok, Melayu, dan Eropa. Di dalamnya, tersimpan sejumlah benda bersejarah dapat lihat. Untuk menikmati objek wisata ini masyarakat hanya dibebani tarif masuk sebesar Rp35 ribu. (rel)

Comments

Komentar