Beranda PERISTIWA Cegah Kasus Audrey Terulang, Meutya Minta Literasi Diperkuat

Cegah Kasus Audrey Terulang, Meutya Minta Literasi Diperkuat

BERBAGI
Meutya Hafid saat talkshow bersama Najwa Shihab di Medan, belum lama ini.
Meutya Hafid saat talkshow bersama Najwa Shihab di Medan, belum lama ini.

MEDAN, akses.co – Meutya Hafid, Anggota DPR asal Sumatera Utara, menegaskan, setiap pihak harus berupaya membuat langkah pencegahan kejadian seperti kasus penganiayaan Audrey, siswa SMP oleh sejumlah siswa SMA perempuan, tidak terulang.

Dia tak menafikan, ada peran media sosial sebagai pemantik kekerasan remaja ini. Ini harus menjadi perhatian semua pihak. “Anak-anak kita tidak bisa lepas dari gadget dan media sosial. Butuh pengawasan dari orang tua. Tapi yang terpenting, bagaimana kita mengajarkan anak-anak untuk bermain media sosial dengan benar. Harus ada literasi ya,” ujar Meutya, Rabu (10/4/2019).

Disebutkan Meutya, jika bicara generasi milenial, media yang lekat dengan kehidupan mereka adalah media sosial. “Ada peningkatan tindak kekerasan ini di kalangan milenial. Seperti tawuran, siswa lawan guru, bullying, dan lain sebagainya. Saya kira kita perlu menguatkan literasi itu, minimal anak-anak kita bisa mengendalikan teknologi yang digunakannya,” katanya.

Mencuatnya kasus penganiayaan Audrey, oleh 12 anak hingga harus dirawat di RS menimbulkan sejumlah respons di masyarakat. Banyak masyarakat yang merasa geram terkait kejadian itu. Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, bahwa tidak ada kata damai dalam kasus itu. Retno menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD).

Dia menjelaskan bahwa pada Jumat, 5 April 2019, telah dilakukan mediasi di Polsek Pontianak Selatan antara ibu korban dan pelaku yang didampingi oleh keluarga masing-masing. “Hasilnya, tidak ada kesepakatan untuk berdamai,” ungkap Retno dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa 9 April 2019.(rel/wan)

Comments

Komentar