NEWSSUMUT

Polisi Enggan Tutup Lokasi Judi, Puluhan Emak-emak di Tanjung Morawa Tutup Paksa Tempat Judi

Deliserdang, akses.co – Puluhan emak-emak berunjuk rasa di tempat judi tembak, persisnya di Gang Pendidikan, Kec. Tanjung Morawa, Deliserdang. Kapolsek Tanjung Morawa mengaku tidak punya kewenangan menutup lokasi yang diduga tempat perjudian.

“Ya, aksi di lokasi judi, tapi mungkin ada yang membocorkan sehingga rumah judi itu tutup berlapis,” kata Lurah Tanjung Morawa Pekan, H. Ibnu Hajar, Rabu (16/9).

Dikatakannya, aksi damai tersebut diawali dengan
bersenam bersama dan membentangkan sejumlah poster bertuliskan untuk ditutup judi ketangkasan tersebut.

“Jadi caranya aksi ini dengan bersenam ibu-ibu, ditambah poster-poster dan ini akan bergerak setiap minggu nanti,” sebutnya.

Dijelaskan Ibnu Hajar, untuk lokasi judi permainan ketangkasan tembak ikan tersebut selain di Gang Pendidikan, Lingkungan I, Kel. Tanjung Morawa Pekan, ada juga di Gang Beringin Lingkungan IV dan di Jl. Pahlawan Kel. Tanjung Morawa Pekan.

“Pihak Kelurahan pada beberapa waktu lalu sudah lakukan rapat, intinya bagaimana supaya judi ketangkasan itu bisa ditutup. Karena sudah meresahkan emak-emak dan masyarakat,” ujarnya.

Ibnu Hajar yang juga merupakan Ketua PD Muhammadiyah Kab. Deliserdang tersebut juga menyebutkan bahwa untuk penutupan tempat judi itu sudah berulang kali berkoordinasi dengan pihak kepolisian namun hingga kini juga belum ditutup.

“Kita sudah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian agar judi ini bisa ditutup karena lebih besar mudorotnya daripada manfaatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, walaupun sudah berulang kali berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, tapi lokasi judi tersebut belum tutup juga. “Kita akan tetap menyampaikan aspirasi masyarakat agar tempat tersebut juga ditutup. Harapannya ini tutup, kalau aparat nanti tidak bisa tutup, ya apa boleh buat klimaksnya nanti masyarakat yang menutup,” tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang AKP Sawangin Manurung ketika di konfirmasi mengakui untuk dilakukan penutupan merupakan kewenangan dari Pemkab Deliserdang melalui Dinas Pariwisata, setidaknya izinnya di cabut.

Katanya, tidak ada hak kita dari polisi untuk menutup, karena itu sepenuhnya hak Pemkab Deli Serdang, tapi kalau ada judinya pasti kita tangkap.

“Sudah pernah kita tangkap, tapi gak ada nampak uangnya, macam mana kita mau prosesnya.
Lagian jenis permainan tembak ikan ini kan sama halnya dengan Timezone, mereka beli koin, artinya sama halnya dengan Timezone lainnya yang ada di Mall mau pun supermarket,” jelasnya. (Manahan. D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker