SINGKIL

Poktan Sada Arih Keluhkan Harga Hingga Langkanya Pupuk Subsidi

SINGKIL, akses.co – Kelompok tani di Kabupaten Aceh Singkil masih mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi.

Selain kelangkaan, kelompok tani tersebut juga mengeluhkan harga pupuk subsidi yang di jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal itu disampaikan oleh ketua kelompok tani sada arih, kampong situbuh – tubuh, Japen Tgr.

“Memang susah kami cari pupuk yang bersubsidi sekarang”, kata dia, Senin (2/8/2021).

Dia juga mengatakan harga jual pupuk itu di atas HET.

“Seperti pupuk Urea dijua Rp 155.000,- dan ponska Rp 160.000”,

Dampaknya, sambung dia, kalau harga pupuk naik yang jelasnya masyarakat kurang mampu membeli.

Pihaknya berharap kepada pemerintah daerah agar mengambil tindakan.

“Mohon kepada dinas terkait agar membantu kami”, pintanya.

Amatan akses.co, kelompok tani sada arih tersebut terdaftar dalam Rencana Depenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Diberitakan sebelumnya, Senin (21/6/2021) saat menanggapi terkait isu kelangkaan pupuk bersubsidi di Aceh Singkil.

Pihak Distributor pupuk bersubsidi di Aceh Singkil, Maghrib Siregar mengatakan belum menemukan itu.

Yang jelas, tambahnya, sudah pasti pupuk bersubsidi yang dialokasikan kepada Kabupaten Aceh Singkil, bahkan nasional-pun tidak mencukupi.

“Karena kebutuhan diatas dari pada alokasi yang diberikan”,

Lebih lanjut, ia mengatakan maksud langka pupuk itu.

“Mungkin para kelompok tani yang tidak terdaftar, atau para petani yang mempunyai lahan 5 hektar itu tidak terdaftar Rencana Depenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)”,

Tapi, teruskannya, sesuai dengan Rencana Depenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang terdaftar di kios-kios itu sudah dilayani dengan baik. (S.Munthe)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.