Pilkada Medan, Calon Jalur Independen Berpeluang Tapi Mesin Partai juga Masih Bekerja

Pilkada medan
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Medan, Ilhamsyah. (foto : Facebook Ilhamsyah)

MEDAN, akses.co – Peluang calon walikota Medan dari jalur independen dan dari jalur partai sama-sama memiliki peluang. Namun, persentasenya pasti tidak sama. Tergantung dengan strategi masing-masing calon dalam merebut hati rakyat.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Medan, Ilhamsyah mengungkapkan calon walikota dari jalur independen tetap memiliki peluang, walau mesin partai pengusung calon dari jalur partai pasti akan terus bekerja.

“Kalau peluangnya ya pasti ada. Tapi mesin partai kan masih terus bekerja di Medan ini,” ungkapnya Kamis (12/9/2019).

Ilhamsyah menambahkan dalam sejarah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumatera Utara, baru Kabupaten Batubara yang pernah memenangkan calon dari jalur independen. Sedangkan Pilkada di Kota Medan, sama sekali belum pernah dimenangkan oleh calon dari jalur independen.

“Belum pernah ada pula di Sumut, kecuali Batubara. Bukan meragukan, tapi suara partai masih sangat signifikan di Medan,” ungkapnya.

Tak dipungkiri, di Pilkada Medan 2020 mendatang, diprediksi bakal banyak calon walikota yang akan mengikuti ajang tersebut. Baik calon walikota dari jalur independen, maupun dari jalur partai.

Mengingat, sebagai petahana, Walikota Medan, T Dzulmi Eldin telah memutuskan untuk tidak mengikuti Pilkada Medan 2020.

Menanggapi hal itu Ilhamsyah mengungkapkan Pilkada Medan bukan memilih siapa yang akan memimpin, namun apa yang bakal dibuatnya untuk Kota Medan.

“Kalau siapa, berarti sosok yang dipilih adalah sosok yang benar-benar tahu tentang Medan. Sosok yang tepat adalah Sultan Deli. Karena dialah yang mendirikan Medan. Sultan Deli kan mempunyai anak. Berarti dia lah yang tepat. Tapi, inikan bukan bicara berdasarkan siapa,” jelasnya.

Sebagai kota multikultural, Kota Medan membutuhkan sosok yang bisa mengayomi seluruh etnis di Kota Medan. Menurut Ilham, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.

“Memang banyak yang mau jadi walikota. Tapi mampukah dia membangun Medan dengan sebenarnya. Soalnya, Medan ini sangat multikultural. Jadi harus bisa membangun semuanya, bukan sekedar membangun kelompoknya,” jelasnya. (eza)

Artikel Terkait