BELANJA

PGN MAS Siap Kembangkan Bisnis di Sumut

Pengelolaan arsip
Departemen Head Commercial PGN Mas, Martas Bony Setiawan (foto : akses.co)

MEDAN, akses.co – PT Permata Graha Nusantara (PGN) Mas siap mengembangkan bisnisnya di Sumatera Utara (Sumut). Soalnya, peluang pasar pengelolaan arsip di Sumut masih terbuka lebar.

Sebagai perusahaan yang memiliki salah satu lini bisnis di bidang pengarsipan, PGN Mas siap menyeser kantor pemerintahan, termasuk Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Departemen Head Commercial PGN Mas, Martas Bony Setiawan menjelaskan masih banyak kantor pemerintah daerah yang tidak mengelola arsipnya dengan baik.

“Jadi kemarin kita lihat di salah satu pemerintah daerah, itu arsip diletakkan begitu saja. Saya yakin itu pasti butuh waktu lama untuk mencari jika dibutuhkan,” jelas Martas Bony, Sabtu (16/11/2019).

Martas Bony menambahkan, keberanian PGN Mas membidik bisnis pengelolaan gedung dan kearsipan di Sumut karena belum banyak pemain di sektor ini. Padahal, potensi pasar masih cukup besar.

“Potensi pasar masih terbuka lebar, tetapi perusahaan yang menyasar sektor ini masih sedikit. Inilah yang membuat kami berani,” ungkapnya.

Keunggulan pengelolaan arsip yang ditawarkan PGN Mas, menurut Bony, adalah arsip yang diinginkan bisa ditemukan dalam waktu cepat secara online.

“Selama memiliki jaringan internet dan memiliki otorisasi, maka file yang dibutuhkan bisa langsung ditemukan,” jelas Bony.

Lebih lanjut Bony menambahkan, untuk bisa menggarap pasar di Sumatera Utara, dalam waktu dekat pihaknya akan memberi pelatihan bagi staf di Kota Medan, sehingga bisa melakukan pendekatan.

“Karena keterbatasan pegawai di Jakarta sementara pasar masih cukup besar. Jadi ke depan kami akan beri pelatihan bagi yang di daerah,” tambahnya.

Sejauh ini PGN Mas sudah mengelola arsip milik 15 lembaga baik pemerintah daerah, BUMN mau pun BUMD.

Menurutnya, pihaknya siap menjaga kerahasiaan arsip yang mereka kelola. Kerahasiaan arsip menjadi fokus utama PGN Mas.

“Soalnya, karyawan kami juga disumpah untuk menjaga kerahasiaan arsip tersebut,” pungkasnya. (rel)