ACEH

Petugas Tak Berjaga, Prokes Di Pajak Mingguan Belum Berjalan Maksimal

SINGKIL, akses.co – Protokol Kesehatan (Prokes) di pajak mingguan yang berlokasi di kecamatan gunung meriah, aceh singkil, aceh pada 4 oktober 2020 terlihat belum maksimal, banyak warga yang berada di pajak mingguan tersebut tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak minimal 1 meter.

Padahal jelas poin-poin pada protokol kesehatan wajib menggunakan masker, jaga jarak minimal 1 meter, serta sering-sering mencuci tangan.

Ironisnya, pada pajak mingguan hari ini 4 oktober 2020 tidak ada petugas dari penegakan disiplin protokol kesehatan yang berjaga.

Lebih miris lagi, dalam pintu masuk setiap jalur pajak tersebut juga tidak tersedia alat pencuci tangan untuk menghindari penyebaran Covid-19 terkhusus di pajak mingguan itu.

Agus, salah satu warga yang sedang berbelanja dipajak mingguan tersebut saat ditemui awak media, Minggu (4/10/2020) berharap jika memang aturannya sudah ada maka jalankan dengan maksimal.

“Dengan adannya aturan pemerintah (Perbup) untuk penerapan protokol kesehatan, kita melihat dipekan ini penerapan protokol kesehatan itu belum berjalan secara maksimal”, Katanya.

Seperti yang kita lihat, dipintu-pintu masuk itu seyogyanya disediakan tempat cuci tangan, tetapi ini tidak ada, Paparnya.

Demikian juga seharusnya ada pemeriksaan – pemeriksaan tentang protokol kesehatan pada pintu masuk, Sebutnya.

Namun ini tidak dilaksanakan, ini terkait dengan lemahnya pengawasan juga. Jadi sekalipun sudah ada peraturan itu tingkat pengabaian dari masyarakat masih tetap ada, Ungkapnya.

Harapan kita, dari pengawasan ini lebih ditingkatkan, sehingga masyarakat merasa ada semacam kepatuhan untuk melaksanakan protokol kesehatan ini, Tambahnya.

Nanti tentu akan berimbas kepada terjaganya kesehatan itu baik bagi diri sendiri ataupun pada orang lain, Lanjutnya.

Kemudian juga, sambungnya, kita melihat seperti pedagang yang datang dari luar kita melihat masih rendahnya tingkat kepatuhan untuk menerapkan prokes tersebut.

“Hal ini mesti ada semacam pengawasan tadi juga, yang lebih tepat”, Imbuhnya.

Harapan kita, mudah-mudahan dengan ditingkatkannya pengawasan dari pemda tentang penerapan dan sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang mungkin lalai dan mengabaikan penerapan ini, bisa dengan sanksi itu akan menimbulkan disiplin dari penerapan tersebut, tutupnya.

Untuk diketahui, Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Singkil Nomor 32 Tahun 2020 Tentang penegakan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, sudah berlaku sejak tanggal 1 Oktober 2020 kemarin.

Dengan sanksi bagi pelanggar diantaranya :
1. Setiap orang tidak pakai masker diluar rumah denda Rp 50.000 / kerja sosial.
2. Pengelola restoran, rumah makan sejenisnya denda Rp 100.000 dan penyegelan sementara operasional usaha.
3. Pengelola hotel, losmen, tempat penginapan sejenisnya denda Rp 100.000 dan penyegelan sementara operasional usaha.
4. Setiap pimpinan kantor / tempat kerja pada tempat kerja kecuali kantor instansi pemerintah denda Rp 1.000.000 s/d Rp 10.000.000 dan penyegelan sementara. (SM)

Comments
To Top