Beranda PERISTIWA Wartawan Antara Sumut Korban Begal

Wartawan Antara Sumut Korban Begal

BERBAGI
Ilustrasi police line. (int)
Ilustrasi police line. (int)

akses.co – Wartawan LKBN Antara Biro Sumatera Utara Munawar Mandailing menjadi korban kawanan begal di Jalan Nyak Makam, Kecamatan Medan Baru, Sabtu (8/7/2017) sore sekitar pukul 18.00 WIB.

Munawar Mandailing, Minggu (9/7/2017) mengatakan, peristiwa yang dialaminya itu telah dilaporkan ke Mapolsek Medan Baru dengan nomor pengaduan STTLP/980/VII/SPKT yang ditandatangani Kepala SPKT “2” Polsek Medan Baru Aiptu Sulaiman Siregar.

Dia menjelaskan, peristiwa kriminal itu dialaminya usai piket dan menemui temannya di sebuah rumah makan di Jalan Abdullah Lubis. Ketika melintas di Jalan Nyak Makam, Munawar Mandailing diikuti sebuah sepeda motor yang dinaiki dua orang laki-laki.

Ketika ruas jalan itu agak sepi, salah seorang pelaku memotong tali tas yang disandang Munawar Mandailing dengan menggunakan pisau dan melarikan tas tersebut.

Mengetahui telah menjadi korban begal, Munawar Mandailing langsung mengejar dua pelaku yang melarikan diri ke arah Jalan Iskandar Muda dan membelok ke arah Jalan Abdullah Lubis.

Namun ketika memasuki Jalan Abdullah Lubis, kedua pelaku begal tersebut telah menghilang sambil membawa tas Munawar Mandailing yang berisi kartu pengenal wartawan LKBN Antara, kartuPersatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, dan sebuah android. Masyarakat di sekitar Jalan Nyak Makam juga mengaku jika daerah itu rawan aksi begal. “Warga juga mengaku sering terjadi perampokan disana,” ujar Munawar.

Ketua PWI Sumut H Hermansjah mengaku kaget, sekaligus prihatin dengan aksi kriminalitas yang dialami wartawan LKBN Antara Biro Sumut tersebut. Pihaknya meminta pihak kepolisian fapat menangkap pelaku begal tersebut secepat mungkin agar dapat diproses secara hukum.

Menurut dia, aksi begal tersebut menjadi salah satu indikasi jika sudah seharusnya pihak kepolisian meningkatkan patroli sehinga kerawanan kriminalitas bisa diantisipasi. PWI Sumut juga meminta masyarakat untuk selalu waspasda karena pelaku kriminalitas tidak pernah pandang bulu dan selalu melakukan aksinya setiap ada peluang.

“Diharapkan polisi tidak hanya fokus pada teroris, karena begal juga mengganggu masyarakat,” katanya.

PWI juga semakin menekankan untuk meningkatkan kewaspaan terhadap wartawan, terutama yang mendapatkan tugas piket pada malam hari. “Karena kerawanan bukan hanya saat bertugas, tapi juga saat perjalanan menuju lokasi tugas,” ujar Hermansyah. (rel/rur)

Comments

Komentar