Beranda METRO Sindikat Curat Perumahan Mewah Antar Provinsi Keok Didor

Sindikat Curat Perumahan Mewah Antar Provinsi Keok Didor

BERBAGI
Kompol Wira Prayatna mengungkap kasus curat antar provinsi di Polsekta Sunggal.
Kompol Wira Prayatna mengungkap kasus curat antar provinsi di Polsekta Sunggal.

akses.co – Aparat Polsekta Sunggal membongkar sindikat pencurian pemberatan (curat) perumahan mewah antar provinsi. Selain beraksi di Medan pelaku juga beraksi di Nanggroe Aceh Darussalam.

Dua pelaku bernama Reinhard Simanjuntak (23) warga Jalan Darmais 3, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan dan Bustami alias Mamek (44) warga Jalan Madio Santoso, Kelurahan Pulo Brayan 1, Kecamatan Medan Timur. Namun kaki Reinhard terpaksa dilumpuhkan karena melawan aparat.

Kapolsekta Sunggal Kompol Wira Prayatna dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (2/4/2018) sore menyebutkan kedua pelaku beraksi masuk ke rumah korban (Budiman) di Perumahan Taman Setia Budi Indah Blok N 97, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Selayang.

“Saat pelaku beraksi, korban sedang tak ada di rumah karena bekerja di Tebing Tinggi. Pelaku masuk dengan merusak pintu belakang rumah korban. Pelaku langsung menuju brankas milik korban namun tak berhasil membukanya,” ujar Kompol Wira.

Sambung Wira lagi, lalu pelaku mengambil 44 Malaysia sebanyak 44 ringgit dan baju korban.

“Setelah mengambil uang dan baju korban pelaku beraksi di rumah warga lainnya di kompleks perumahan mewah itu. Salah satu warga melihat aksi pelaku dan melapor ke kita. Anggota langsung ke TKP. Pelaku masih berada di dalam rumah dan kita kepung. Karena melawan terpaksa kita tindak tegas,” ungkap Wira lagi.

Dari hasil interogasi, lanjut Wira, pelaku sudah 10 kali beraksi di perumahan mewah di Medan dan salah satunya di Perumahan Banda Aceh.

“Sudah 10 kali beraksi salah satunya di Banda Aceh. Untuk pelaku Reinhard sudah 4 kali keluar masuk penjara dalam kasus sama. Alat bukti yang kita amankan 1 obeng, 1 linggis, 1 pahat, 1 gunting dan uang Malaysia 44 ringgit. Pelaku dijerat Pasal 363 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” tutup Wira. (Did)

Comments

Komentar