Beranda PERISTIWA Manajemen RS Santa Elisabeth Medan Usir Wartawan

Manajemen RS Santa Elisabeth Medan Usir Wartawan

BERBAGI
Polisi wanita, Brigadir VJ Sihombing yang sedang bertugas di Rumah Sakit Elisabeth saat itu melarang wartawan meliput kegiatan Kunker Komisi B DPRD Kota Medan di rumah sakit itu, Senin (21/08/2017). (ist)
Polisi wanita, Brigadir VJ Sihombing yang sedang bertugas di Rumah Sakit Elisabeth saat itu melarang wartawan meliput kegiatan Kunker Komisi B DPRD Kota Medan di rumah sakit itu, Senin (21/08/2017). (ist)

akses.co – Aneh, Manajemen Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan menghalangi wartawan saat akan meliput Kunjungan Kerja ( Kunker) Komisi B DPRD Medan terkait pelayanan umum, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan di ruang sakit tersebut Jalan Haji Misbah, Senin ( 21/8).

Penghalangan tersebut dilakukan salah seorang Security RS Santa Elisabeth , Zul Fitah Hutajulu yang menyebutkan bahwa wartawan tidak boleh masuk ke rumah sakit tersebut karena tidak ada izin dari pihak direktur rumah sakit tersebut.

“Enggak bisa masuk. Mau ngapain? Enggak ada perintah dari direktur, ” katanya kepada wartawan.

Namun, selang beberapa menit Security RS lainnya bernama A.Marpaung kembali mendatangi wartawan dan meminta tanda pengenal sejumlah wartawan serta memberikan tanda pengenal (ID Card) rumah sakit.

“Boleh saya minta kartu tanda pengenal bapak dan ibu ? , ” pintanya sembari memberikan ID rumah sakit kepada wartawan.

Tapi, tak berselang lama, kartu pengunjung yang sudah diberikan satpam dirampas oleh polisi wanita bernama Brigadir VJ Sihombing yang sedang bertugas di Rumah Sakit Elisabeth saat itu.

“Perintah Direktur selain anggota DPRD dilarang masuk,” katanya ketus.

Merasa aneh, seorang wartawan mempertanyakan sikap VJ Sihombing.

“Kartu pengunjung dari satpam rumah sakit, kok polisi yang ambil lagi?” tanya seorang wartawan, Arman.

Saat Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Maruli Tua Tarigan akan tiba di rumah sakit itu, salah seorang wartawan bernama Arman mempertanyakan alasan tak diizinkannya wartawan melakukan peliputan kunker komisi B itu.

“Kenapa kami dihalangi masuk, ” katanya kepada Maruli.

Maruli pun meminta kepada wartawan menunggu sampai dirinya menjumpai Direktur. “Sebentar, saya akan jumpai Direktur dulu,” ujarnya.

Tapi wartawan yang tadinya ikut kunker pun enggan kembali melakukan peliputan dengan alasan tak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh managemen rumah sakit tersebut.

Padahal, wartawan kerap mengikuti Kunker Komisi B DPRD Kota Medan melakukan Kunker ke sejumlah rumah sakit lain di Kota Medan, namun tak pernah dihalang-halangi pihak rumah sakit untuk meliput Kunker anggota dewan tersebut. (din)

Comments

Komentar