Beranda PERISTIWA Lagi, Komentar di FB Lecehkan Islam di Medan

Lagi, Komentar di FB Lecehkan Islam di Medan

BERBAGI
Beberapa postingan komentar Nobel Slalu Giawa yang bernada melecehkan Islam. (ist)
Beberapa postingan komentar Nobel Slalu Giawa yang bernada melecehkan Islam. (ist)

akses.co – Sejumlah kasus penistaan agama yang sudah dan sedang diproses hukum ternyata belum juga membuat jera oknum yang risih dengan aktivitas agama lain. Di media sosial facebook kembali muncul tulisan bernada merendahkan agama Islam, kali ini lewat akun facebook bernama Nobel Sllu Giawa.

Foto profil di akun Nobel Sllu Giawa. (Dok. pribadi)
Foto profil di akun Nobel Sllu Giawa. (Dok. pribadi)

“Tuk pa negara islam d banggakan islam itu kapret tai laso” demikian isi komentarnya. Setelah itu, seolah mengomentari komentar akun facebook Brain Womderson yang menulis “Israel tetapi di hati”, akun Nober Sllu Giawa membalas dengan kalimat “Braim btul tu tman”.

Tidak sampai di situ saja, di saat komentar sebagian akun lainnya menanggapi komentar Nober dengan tenang, kendati tidak sedikit yang membalas dengam mencaci apa yang sudah dia sampaikan, Nobel kembali mengirimkan kalimat bernada memprovokasi. “Israel hrus slalu menjajah islam karna islam tu gak jelas di suruh solat malah senam apakah tuhanmu gak terima doamu klo gak senam dulu”.

Mendapatkan tangkapan layar (screen shoot) kalimat bernada penghinaan tersebut Jumat (28/7/2017, akses.co coba mengonfirmasi pihak yang juga berkomentar di postingan yang sama dengan Nobel Sllu Giawa bernama Dwi Prastyo.

Kepada akses.co, Dwi Prastyo mengaku heran dengan kelakukan Nobel Sllu Giawa yang menghina Islam. “Awalnya saya hanya memposting tulisan ke dinding akun facebook KAMPAK FC (Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan Fans Club) Kamis (27/7/2017) sekitar pukul 19.00 WIB dengan kalimat ‘Proses pembuatan bendera palestina untuk mendukung saudara kita yang lagi dijajah oleh negara israel (emoticon sedih)semoga doa para saudara kita dikabulkan (emoticon 🙏😇) dengan hashtag #kampakfc #pasukan #kampakfcpeduli”. Kami juga menyertakan beberapa foto bendera Palestina yang tengah dibuat itu. Tiba-tiba Nobel itu berkomentar seperti itu,” ujarnya via telepon seluler.

Banyak yang kemudian melontarkan komentar bernada marah atas tulisan Nobel tersebut. “Anak Kampak lainnya emosi, terus saya bilang nggak usah diladeni. Tapi bukannya diam, malah makin banyak cacian dari dia, ada juga yang dukung dia. Selanjutnya ada yang menyarankan melaporkan dia biar nggak merajalela,” ucapnya.

Padahal kata dia, sebagai suporter PSMS Medan tidak hanya mendukung bola saja, tapi dukung sesama. Apa lagi agama apapun saya yakin mengajarkan yang baik. Tapi anehnya, ditanya agamanya apa dia nanya balik apa urusan sata nanya agama dia,” ungkapnya.

Atas postingan tersebut, Dwi Prastyo bersama sejumlah rekannya mengatakan akan melaporkan akun Nobel Sllu Giawa tersebut ke Polsek Medan Sunggal. “Kami akan laporkan Ke polsek Sunggal karena paling dekat dengan domisili kami saat ini. Agar tidak ada lagi orang-orang yang mencoba melecehkan agama orang lain,” ucapnya. (sam)

Comments

Komentar