Beranda PERISTIWA Di Medan, dalam 5 Hari Tiga Bayi Dibuang

Di Medan, dalam 5 Hari Tiga Bayi Dibuang

BERBAGI
Ilustrasi police line. (int)
Ilustrasi police line. (int)

akses.co – Pembuangan bayi kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini warga menemukan bayi di (TPA) Jalan Malaka Simpang Sei Kera Kelurahan Sei Kera Hulu Kecamatan Medan Perjuangan, Selasa (11/7). Catatan akses.co, dalam lima hari terakhir, tercatat sudah tiga bayi yang ditemukan warga di letakkan di tempat sampah.

Sebelumnya, warga menemukan bayi yang baru lahir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Brigjen Katamso Medan pada Jumat (7/7/2017). Bayi kedua Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Karya Utama, Lorong Utama II Delitua pada Sabtu (8/7/2017).

Penemuan bayi di TPA Jalan Malaka ini pertama kali ditemukan oleh seorang pemungut sisa makanan. Ketika sedang asik mengutip sisa makanan di TPA itu, pria bernama Joka Sidabutar (57) warga Jalan Tangguk Bongkar VI Perumnas Mandala, mendengar suara tangisan bayi. Merasa penasaran, Joka pun mencari sumber suara itu. Joka terperanjat ketika melihat bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih dipenuhi darah segar ada di TPA itu.

“Sepertinya baru dibuang. Soalnya darah masih segar dan tubuhnya masig hangat dan tali pusarnya masih ada,” ungkap dia.
Merasa gugup bercampur senang, pemungut sisa makanan itu langsung membawa bayi yang masih sehat itu ke rumahnya. Sesampai di kediamannya, Jako pun menceritakan tentang temuan bayi tersebut. “Lalu keluarga Jako membawa ke Puskesmas Kawasan Jalan Bromo untuk membersihkan bayi itu,” kata Panit Reskrim Polsekta Medan Timur, Ipda Zikri Sinurat..

Setelah dibersihkan, pihak Puskesmas mencoba memanggil Kepala Lingkungan terkait dengan temuan bayi ini. Kemudian Kepling memangil petugas Polsekta Medan Timur.. Setelah dipastikan kalau bayi ini dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggungjawab, pihak penemu bayi, Kepling dan Polsek Medan Timur berunding untuk perawatan bayi. Akhirnya, hasil perundingan itu, Jako siap untuk mengasuh bayi laki-laki itu.

“Jako sangat senang untuk mengasuh bayi itu, karena menurut Jako bayi ini adalah rejeki. Si bayi itu langsung diberi nama Rizki Pandapotan Sidabutar,” kata Zikri.

Untuk kepentingan penyelidikan terhadap pembuang bayi yang diduga hasil hubungan gelap ini, pihak Kepolisian Sektor Medan Timur akan berkoordinasi dengan pihak kepling-kepling disekitar Jalan Malaka Simpang Sei Kera Kelurahan Sei Kera Hulu Kecamatan Medan Perjuangan. “Kita akan memintai keterangan dari Kepling, apakah ada warganya yang belakangan sedang mengandung,” sebut dia.

Dia mengakui, untuk mengungkap kasus ini sedikit sulit lantaran lokasi penemuan bayi merupakan akses umum dan minimnya saksi serta bukti-bukti. “Banyak orang yang bukan warga sekitar juga sering melintas kawasan itu,” pungkasnya. (did)

Comments

Komentar